Perkembangan Teknologi Motherboard
Perkembangan teknoogi Motherboard mengikuti perkembangan teknologi Processor. Setiap dirilis teknologi terbaru teknologi processor maka dirilis pula chipset yang mendukung teknologi baru processor tersebut.
Web pembuat chipset
1. www.intel.com
2. www.via.com.tw
3. www.sis.com
4. www.ati.com
5. www.nvidia.com
Minggu, 04 April 2010
Sejarah Perkembangan Processor
Perkembangan Processor
Sejarah perkembangan processor
1. Processor
Processor adalah otak (CORE) dari sebuah komputer, semua perintah akan diproses proses yang dilakukan dengan sistem bergantian. Biasa disebut CPU, processor membaca intruksi dari memory tentang apa yang harus dilakukannya dan mengeksekusinya. Processor dibuat dengan teknologi silicone, isi dari processor adalah chip, transitor, dan komponen elektronik lainnya yang jumlahnya bisa mencapai jutaaan. Teknologi saat ini menggunakan ketebalan silicone setebal 0,13 micron. Semakin Tipis akan semakin mengurangi panas, power yang kecil, dan peningkatan kinerja yang signifikan karena lebih banyak teknologi yang ditanam.
2.Kecepatan Processor
Kecepatan dihitung dalam Hertz (Hz). Saat ini telah mencapai GHz. AMD dengan menggunakan PR rating ex: AMD Sempron 2200+, tidak berjalan pd 2200 tapi 1500 Mhz. Ekivalen dengan 2200Mhz nya Processor Intel
3. FSB.
FSB (Front Side Bus) adalah Saluran data antara processor dan chipset main controller. Ex : Intel P 4 mendukung FSB 800 Mhz diletakan pd MB FSB 533 Mhz, maka akan bottleneck. Teknologi Intel = 800 Mhz dan 1066 Mhz. Teknologi AMD = 2000 Mhz full duplex.
4. Cache Memory
Cache Memory Sebagai buffer sementara sebelum dieksekusi processor. Biasanya Level 1(L1) dan Level 2(L2). Semakin besar cache semakin baik. Ex : Intel Pentium 4 2,8C Ghz, FSB 800, 0.13 Micron, L2 Cache 512 KB
Sumber: http://toms7777.wordpress.com/2007/05/15/sekilas-tentang-pc/
B. Peranan Processor
Processor merupakan bagian sangat penting dari sebuah komputer, yang berfungsi sebagai otak dari komputer. Tanpa processor komputer hanyalah sebuah mesin dungu yang tak bisa apa-apa. Processor yang kita pakai saat ini sudah sangat cepat sekali. Tentu saja untuk mencapai kecepatan sampai saat ini processor tersebut mengalami perkembangan. Nah berikut perkembangan processor mulai dari generasi 4004 microprocessor yang di pakai pada mesin penghitung Busicom sampai dengan intel Quad-core Xeon. Perkembangan processor diawali oleh processor intel pada saat itu hanya satu² nya microprocessor yang ada. Tetapi pada saat ini sudah banyak beredar processor dari produsen yang lain, sehingga user sudah bisa mendapatkan processor yang beragam.
1. Microprocessor 4004 (1971)Processor di awali pada tahun 1971 dimana intel mengeluarkan processor pertamanya yang di pakai pada mesin penghitung buscom. Ini adalah penemuan yang memulai memasukan system cerdas kedalam mesin. Processor ini dinamakan microprocessor 4004. Chip intel 4004 ini mengawali perkembangan CPU dengan mempelopori peletakan seluruh komponen mesin hitung dalam satu IC. Pada saat ini IC mengerjakan satu tugas saja.
2. Microprocessor 8008 (1972)Pada tahun 1972 intel mengeluarkan microprocessor 8008 yang berkecepatan hitung 2 kali lipat dari MP sebelumnya. MP ini adalah mp 8 bit pertama. Mp ini juga di desain untuk mengerjakan satu pekerjaan saja.
3. Microprocessor 8080 (1974)Pada tahun 1974 intel kembali mengeluarkan mp terbaru dengan seri 8080. Pada seri ini intel melakukan perubahan dari mp multivoltage menjadi triple voltage, teknologi yang di pakai NMOS, lebih cepat dari seri sebelumnya yang memakai teknologi PMOS. Mp ini adalah otak pertama bagi komputer yang bernama altair.Pada saat ini pengalamatan memory sudah sampai 64 kilobyte. Kecepatanya sampai 10X mp sebelumnya.Tahun ini juga muncul mp dari produsen lain seperti MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst.
4. Microprocessor 8086 (1978)Processor 8086 adalah cpu pertama 16 bit. Tetapi pada saat ini masih banyak di gunakan mainboard sandard 8 bit, karena motherboard 16bit merupakan hal yang mahal. Akhir nya pada tahun 1979 intel merancang ulang processor ini sehingga compatible dengan mainboard 8 bit yang di beri nama 8088 tetapi secara logika bisa di namakan 8086sx. Perusahan komputer IBM menggunakan processor 8086sx ini untuk komputernya karena lebih murah dari harga 8086, dan juga bisa menggunakan mainboard bekas dari processor 8080. Teknologi yang di gunakan pada processor ini juga berbeda dari seri 8080, dimana pada seri 8086 dan 8086sx intel menggunakan teknologi HMOS.
5.Microprocessor 286 (1982)Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya. 286 (1982) juga merupakan prosessor 16 bit.Prosessor ini mempunyai kemajuan yang relatif besar dibanding chip-chip generasi pertama.Frekuensi clock ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah.286 menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086.
Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada 4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz yang digunakan pada IBM PC-AT (1984).
Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada protected mode/mode perlindungan – mode kerja baru dengan “24 bit virtual address mode”/mode pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected kembali ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem operasi yang menggunakan hal ini hanyalah OS/2 saat itu.
Sumber: http://fleahlit.web.id/?p=122
C. Perkembangan Processor
1. sejarah perkembangan processor intel
1. Generasi Prosesor 8086 dan 8088
2. Generasi Prosesor 80286 dengan kecepatan 6 dan 12 Mhz
3. Generasi Prosesor 80386 dengan kecepatan 25, 33, 40 dan 50 Mhz
4. Generasi Prosesor 80586 dengan kecepatan 60,75,90,100,120,dan 133 Mhz
5. Generasi Prosesor Pentium I dengan kecepatan 60,75,90,100,120,133,150,166,180,200 dan 233 Mhz
6. Generasi Prosesor MMX (Multimedia Exchange) dengan kecepatan 200 sampai 300 Mhz dan telah mendukung musik, film serta game.
7. Generasi Prosesor Pentium II dengan kecepatan antara 300 sampai 450 Mhz
8. Generasi Prosesor Pentium Celeron dengan kecepatan antara 250 sampai 333 Mhz dan memakai cache memori 128 Kb
9. Generasi Prosesor Pentium III dengan kecepatan antara 500 sampai 1400 Mhz
10. Generasi Prosesor Pentium III Celeron dengan kecepatan 600-1300 Mhz
11. Generasi Prosesor Pentium IV dengan kecepatan antara 1400-2800 Mhz, sedangkan untuk Pentium IV terbaru mencapai 3-3.2 Ghz
2. AMD (American Micro Device)
1. Generasi Prosesor 5x86 atau AMD 5k (setara Pentium I)
2. Generasi Prosesor K63D NOW (Setara Pentium II)
3. Generasi Prosesor K7 atau Athlon (Setara Pentium III)
4. Generasi Prosesor DURON ( Setara Pentium Celeron)
5. Generasi Prosesor Athlon-XP ( extreme performance, setara Pentium IV)
3. Cyrix dan VIA
Generasi Prosesor Cyrix MediaGX dengan kecepatan 120-200 Mhz
Generasi Prosesor Cyrix 6x86 dengan kecepatan 110-150Mhz
Generasi Prosesor Cyrix M2 dengan kecepatan 180-233 Mhz
Generasi Prosesor Cyrix C3 dengan kecepatan 500-733 Mhz
Generasi Prosesor VIA dengan kecepatan 1 Ghz
PerKembaNgan ProCessoR AMD
PERKEMBANGAN PROCESSOR
GENERASI 1
Processor 8088 dan 8086
Processor 8086 (1978) merupakan CPU 16 bit pertama Intel yang menggunakan bus
sistem 16 bit. Tetapi perangkat keras 16 bit seperti motherboard saat itu terlalu
mahal, dimana komputer mikro 8 bit merupakan standart. Pada 1979 Intel
merancang ulang CPU sehingga sesuai dengan perangkat keras 8 bit yang ada. PC
pertama (1981) mempunyai CPU 8088 ini. 8088 merupakan CPU 16 bit, tetapi
hanya secara internal. Lebar bus data eksternal hanya 8 bit yang memberi
kompatibelan dengan perangkat keras yang ada.
Sesungguhnya 8088 merupakan CPU 16/8 bit. Secara logika prosesor ini dapat
diberi nama 8086SX. 8086 merupakan CPU pertama yang benar-benar 16 bit di
keluarga ini.
GENERASI 2
Processor 80286
286 (1982) juga merupakan prosessor 16 bit. Prosessor ini mempunyai kemajuan
yang relatif besar dibanding chip-chip generasi pertama. Frekuensi clock
ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah. 286
menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086.
Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada
4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz
yang digunakan pada IBM PC-AT (1984).
Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada protected mode/mode
perlindungan – mode kerja baru dengan “24 bit virtual address mode”/mode
pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke
Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected kembali
ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem operasi yang menggunakan
hal ini hanyalah OS/2 saat itu.
GENERASI 3
Processor 80386 DX
386 diluncurkan 17 Oktober 1985. 80386 merupakan CPU 32 bit pertama. Dari
titik pandang PC DOS tradisional, bukan sebuah revolusi. 286 yang bagus bekerja
secepat 386SX pertama-walaupun menerapkan mode 32 bit.
Prosessor ini dapat mengalamati memori hingga 4 GB dan mempunyai cara
pengalamatan yang lebih baik daripada 286. 386 bekerja pada kecepatan clock
16,20, dan 33 MHz. Belakangan Cyrix dan AMD membuat clones/tiruan-tiruan
yang bekerja pada 40 MHz. 386 mengenalkan mode kerja baru disamping mode
real dan protected pada 286. Mode baru itu disebut virtual 8086 yang terbuka untuk
multitasking karena CPU dapat membuat beberapa 8086 virtual di tiap lokasi
memorinya sendiri-sendiri.
80386 merupakan CPU pertama berunjuk kerja baik dengan Windows versi-versi
awal..
Processor 80386SX
Chip ini merupakan chip yang tidak lengkap yang sangat terkenal dari 386DX.
Prosessor ini hanya mempunyai bus data eksternal 16 bit berbeda dengan DX yang
32 bit. Juga, SX hanya mempunyai jalur alamat 24. Oleh karena itu, prosessor ini
hanya dapat mengalamati maksimum RAM 16 MB. Prosessor ini bukan 386 yang
sesungguhnya, tetapi motherboard yang lebih murah membuatnya sangat terkenal.
GENERASI 4
Processor 80486 DX
80486 dikeluarkan 10 April 1989 dan bekerja dua kali lebih cepat dari
pendahulunya. Hal ini dapat terjadi karena penanganan perintah-perintah x86 yang
lebih cepat, lebih-lebih pada mode RISC. Pada saat yang sama kecepatan bus
dinaikkan, tetapi 386DX dan 486DX merupakan chip 32 bit. Sesuatu yang baru
dalam 486 ialah menjadikan satu math coprocessor/prosesor pembantu matematis.
Sebelumnya, math co-processor yang harus dipasang merupakan chip 387 yang
terpisah, 486 juga mempunyai cache L1 8 KB.
Processor 80486 SX
Prosessor ini merupakan chip baru yang tidak lengkap. Math co-processor
dihilangkan dibandingkan 486DX.
Processor Cyrix 486SLC
Cyrix dan Texas Instruments telah membuat serngkaian chip 486SLC. Chip-chip
tersebut menggunakan kumpulan perintah yang sama seperti 486DX, dan bekerja
secara internal 32 bit seperti DX. Tetapi secara eksternal bekerja hanya pada 16 bit
(seperti 386SX). Oleh karena itu, chip-chip tersebut hanya menangani RAM 16
MB. Lagipula, hanya mempunyai cache internal 1 KB dan tidak ada mathematical
co-processor. Sesungguhnya chip-chip tersebut hanya merupakan perbaikan
286/386SX. Chip-chip tersebut bukan merupakan chip-chip clone. Chip-chip
tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar dalam arsitekturnya jika
dibandingkan dengan chip Intel.
Processor IBM 486SLC2
IBM mempunyai chip 486 buatan sendiri. Serangkaian chip tersebut diberi nama
SLC2 dan SLC3. Yang terakhir dikenal sebagai Blue Lightning. Chip-chip ini
dapat dibandingkan dengan 486SX Intel, karena tidak mempunyai mathematical coprocessor
yang menjadi satu. Tetapi mempunyai cache internal 16 KB (bandingkan
dengan Intel yang mempunyai 8 KB). Yang mengurangi unjuk kerjanya ialah
antarmuka bus dari chip 386. SLC2 bekerja pada 25/50 MHz secara eksternal dan
internal, sedangkan chip SLC3 bekerja pada 25/75 dan 33/100 MHz. IBM
membuat chip-chip ini untuk PC mereka sendiri dengan fasilitas mereka sendiri,
melesensi logiknya dari Intel.
Perkembangan 486 Selanjutnya
DX4; Prosessor-prosessor DX4 Intel mewakili sebuah peningkatan 80486.
Kecepatannya tiga kali lipat dari 25 ke 75 MHz dan dari 33 ke 100 MHz. Chip
DX4 lainnya dipercepat hingga dari 25 ke 83 MHz.
DX4 mempunyai cache internal 16 KB dan bekerja pada 3.3 volt. DX dan DX2
hanya mempunyai cache 8 KB dan memerlukan 5 volt dengan masalah panas
bawaan.
Tabel CPU dan FPU
CPU FPU
8086 8087
80286 80287
80386 80387
80486DX Built in / di dalam
80486SX Tidak ada
Pentium dan sesudahnya Di dalam
GENERASI 5
AMD (Advanced Micro Devices)
Pentium-pentium AMD seperti chip-chip yang ditawarka oleh Intel bersaing dengan
ketat. AMD menggunakan teknologi- teknologi mereka sendiri. Oleh karena itu,
prosesornya bukan merupakan clone-clone. AMD mempunyai seri sebagai berikut :
•K5, dapat disamakan dengan Pentium-pentium Classic (dengan cache L1 16
KB dan tanpa MMX).
•K6, K6-2, dan K6-3 bersaing dengan Pentium MMX dan Pentium II.
•K7 Athlon, Agustus 1999, tidak kompatibel dengan Socket 7.
AMD K5
K5 merupakan tiruan Pentium. K5 lama sebagai contoh dijual sebagai PR133
(Perform Rating). Maksudnya, bahwa chip tersebut akan berunjuk kerja seperti
sebuah Pentium P133. Tetapi, hanya berjalan 100 MHz secara internal. Chip
tersebut masih harus dipasang pada motherboard seperti sebuah P133.
K5 AMD juga ada yang PR166. Chip ini dimaksudkan untuk bersaing dengan P166
Intel. Bekerja hanya pada 116.6 MHz (1.75 x 66 MHz) secara internal. Hal ini
dikarenakan cache yang dioptimasi dan perkembangan-perkembangan baru lainnya.
Hanya ada fitur yang tidak sesuai dengan P166 yaitu dalam kerja floating-point.
PR133 dan PR166 berharga jauh lebih murah dari jenis Pentium yang sebanding,
dan prosessor ini sangat terkenal pada mesin-mesin dengan harga yang murah.
AMD K6
K6 AMD diluncurkan 2 April 1997. Chip ini berunjuk kerja sedikit lebih baik dari
Pentium MMX. Oleh karena itu termasuk dalam keluarga P6.
•Dilengkapi dengan 32+32 KB cache L1 dan MMX.
•Berisi 8.8 juta transistor.
K6 seperti halnya K5 kompatibel dengan Pentium. Maka, dapat diletakkan di
Socket 7, pada motherboard Pentium umumnya, dan ini segera membuat K6
menjadi sangat terkenal.
AMD K6-2
Versi “model 8” berikutnya K6 mempunyai nama sandi “Chomper”. Prosessor ini
pada 28 Mei 1998 dipasarkan sebagai K6-2, dan seperti versi model 7 K6 yang asli,
dibuat dengan teknologi 0.25 mikron. Chip-chip ini bekerja hanya dengan 2.2
voltage. Chip ini berhasil menjadi saingan Pentium II Intel.
K6-2 dibuat untuk bus front side (bus sistem) pada kecepatan 100 MHz dan
motherboard Super 7. AMD membuat perusahaan lain seperti Via dan Alladin,
membuat chip set baru untuk motherboard Socket 7 tradisional, setelah Intel tahu
1997 menghentikan platform tersebut.
K6-2 juga diperbaiki dengan unjuk kerja MMX yang dua kali lebih baik
dibandingkan dengan K6 yang awal.
K6-2 mempunyai plug-in 3D baru (disebut 3DNow!) untuk unjuk kerja game yang
lebih baik. Terdiri dari 21 perintah baru yang dapat digunakan oleh pengembang
perangkat lunak untuk memberikan unjuk kerja 3D yang lebih baik.
Dukungan termasuk dalam DirectX 6.0 untuk Windows. DirectX merupakan
multimedia API, untuk Windows. DirectX merupakan beberapa program yang
dapat meningkatkan unjuk kerja multimedia di dalam semua program Windows.
Multimedia 3DNow! tidak kompatibel dengan MMX, tetapi K6-2 mempunyai
MMX sebaik 3DNow!. Cyrix dan IDT juga meluncurkan CPU dengan 3DNow!.
K6-2 memberi unjuk kerja sangat, sangat bagus. Anda dapat membandingkan
prosessor ini dengan Pentium II. K6-2 350 MHz berunjuk kerja sangat mirip
dengan Pentium II-350, tetapi dijual dengan lebih murah. Dan dapat menghemat
lebih banyak sebab motherboard yang lebih murah.
K6-2 Dengan Bus dan Clock-nya
K6-2 Bus Clock
266 MHz 66 MHz 4.0 x 66 MHz
266 MHz 88 MHz 3.0 x 88 MHz
300 MHz 100 MHz 3.0 x 100 MHz
333 MHz 95 MHz 3.5 x 95 MHz
350 MHz 100 MHz 3.5 x 100 MHz
380 MHz 95 MHz 4.0 x 95 MHz
400 MHz 100 MHz 4.0 x 100 MHz
GENERASI 6
AMD K6-3
AMD K6-3 merupakan model 9 dengan nama sandi “Sharptooth”, yang mungkin
memiliki cache tiga tingkat :
•Sedikit perbaikan dibandingkan unit K6-2
•Cache L2 sebesar 258 KB satu chip
•Rancangan cache tiga tingkat
•Bus front side 133 MHz baru.
•Kecepatan clock 400 MHz dengan 450 MHz.
Kedua cache 64 KB L1 dan 256 KB L2 disatukan dengan chipnya. Cache pada die
L2 ini bekerja pada kecepatan prosesor penuh seperti yang dilakukan pada Pentium
Pro, dan seperti yang dilakukan pada Celeron A dan pada prosessor Xeon dari Intel.
Hal ini secara pasti akan banyak meningkatkan kecepatan K6 !
Karena K6-3 digunakan pada motherboard Super 7 dan ruang untuk cache tingkat
berikutnya cache L3. Perancangan cache tiga tingkat dibuat untuk menggunakan
motherboard yang sudah ada hingga 2 MB cache yang on-board. Ini seharusnya
merupakan cache L2 (pada motherboard) yang digunakan sebagai cache tingkat
tiga. Hal ini terjadi secara otomatis, dan semakin besar cache namapak akan
banyak meningkatkan unjuk kerjanya
GENERASI 7
AMD K-7 Athlan
Processor AMD utama yang sangat menggemparkan Athlon (K7) diperkenalkan
Agustus 1999. Tanggapan Intel (nama sandi Foster) tidak dapat diharapkan hingga
akhir tahun 2000. Dalam bulan-bulan pertama, pasar menanggapi Athlan sangat
positif. Nampaknya (seperti yang diharapkan) untuk mengungguli Pentium III pada
frekuensi clock yang sama.
•Seperti modul pada Pentium II , yang rancangannya sepenuhnya milik
AMD. Socket tersebut disebut Slot A.
•Kecepatan clock 600 MHz merupakan versi pertama.
•Cache L2 mencapai 8 MB (minimum 512 KB, tanpa tambahan TAG-RAM).
•Cache L1 128 KB.
•Berisi 22 juta transistor (Pentium III mempunyai 9.3 juta).
•Bus jenis baru
•Jenis bus sistem yang benar-benar baru, yang pada versi pertama akan
bekerja pada 200 MHz. Peningkatan hingga 400 MHz diharapkan
kemudian. Kecepatan RAM 200 MHz merupakan dua kali lebih cepat
daripada semua CPU Intel yang ada. Kecepatan yang tinggi ini akan
memerlukan RAM cepat yang baru untuk memperoleh keuntungan penuh
dari akibat ini.
•Bus backside yang bebas, yang menghubungkan cache L2. Disini kecepatan
clock dapat menjadi ¼, 1/3, 2/3 atau sama dengan frekuensi CPU internal.
Hal itu merupakan sistem yang sama seperti yang digunakan pada sistem P6
dimana kecepatan L2 bisa setengah (Celeron, Pentium II dan III) atau
kecepatan CPU penuh (seperti Xeon).
•Pengkodean yang berat dan DPU
•Tiga pengkode perintah menerjemahkan perintah program RISCx86 ke
perintah RISC yang efektif, ROP, dimana hingga 9 perintah dapat dijalankan
secara sererntak. Uji coba pertama menunjukkan pengkodean 2.8 perintah
CISC tiap putaran clock. Hal ini kira-kira 30% lebih baik dari Pentium II
dan III.
•Dapat menangani dan menyusun kembali hingga 72 perintah (diluar ROP)
secara serentak (Pentium III dapat melakukan 40, K6-2 hanya 24).
•Unjuk kerja FPU yang hebat dengan tiga perintah serentak dan satu GFLOP
pada 500 floating point. Dua GFLOP dengan perintah MMX dan 3DNow!
Hal itu sedikitnya sama dengan unjuk kerja Pentium III dengan
memanfaatkan secara penuh Katmai. Mesin 3DNow! bahkan sudah
diperbaiki dibandingkan pada K6-3.
Unjuk kerja Athlon
Processor FPU Winmark
Intel Pentium III/500 2562
AMD Athlon / 500 MHz 2767
•AMD tidak punya lisensi untuk menggunakan rancang bangun Slot 1,
sehingga rangkaian logika kontroler datang dari Digital Equipment Corp.
Disebut EV6 dan dirancang untuk CPU Alpha 21264. Perusahaan AMD
merencanakan untuk mengembangkan chip set mereka sendiri, tetapi
rancang bangunnya akan menjadi bebas royalti untuk digunakan. Hal ini
menjadikan prosessor pertama AMD yang menggunakan motherboard dan
chip set yang dirancang khusus oleh AMD sendiri.
•Penggunaan bus EV6 memberi banyak lebar band daripada Intel GTL+. Hal
ini berarti bahwa Athlon mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan
jenis RAM baru seperti RDRAM. Juga penggunaan 128 KB cache L1 yang
cukup berat. Cache L1 penting jika kecepatan clock meningkat dan 128 KB
dua kali dari ukuran milik Pentium II.
•Athlon akan hadir dalam beberapa versi. Versi “paling lambat” mempunyai
cache L2 yang bekerja sepertiga kecepatan CPU, dimana yang paling bagus
akan bekerja pada kecepatan CPU penuh (seperti yang dilakukan oleh
Xeon). Athlon akan memberi persaingan Intel dalam segala lapisan
termasuk server, yang dapat dibandingkan dengan prosessor Xeon.
Perkembangan
Penerus AMD K8
Kehadiran socket AM2, di tengah-tengah pengguna PC desktop belumlah lama dinikmati para penggunanya. Sedangkan, untuk processor mobile AMD memilih socket S1 dan socket F untuk processor server. Inilah langkah awal dari pengembangan selanjutnya dari AMD.
Untuk sekarang, penggunaan socket AM2 digunakan untuk mendukung processor AMD K8, antara lain seperti Athlon 64, ataupun Sempron. Namun dengan socket yang sama ini, untuk processor desktop juga akan hadir penerusnya.
Nama untuk Penerus AMD K8
Merupakan hasil kelanjutan Revision G dari core AMD64 microprocessor. Jika masih menggunakan penamaan processor AMD terdahulu, ada kemungkinan dapat disebut sebagai K9. Namun untuk mencegah kerancuan dari K9 (dibaca: canine), maka nama ini tidak digunakan.
Maka beberapa spekulasi memperkirakan core baru ini akan disebut sebagai K8L. Mengacu pada penamaan dengan numerasi romawi. Dengan menyebutnya sebagai K8.5, bisa saja disebut sebagai K8V. Dikarenakan beberapa produk motherboard dari produsen tertentu sudah lebih dahulu menggunakan nama ini, maka nama ini juga tidak digunakan.Generasi processor AMD merupakan K8.50, atau dengan menggunakan penamaan dengan numera si romawi menjadi K8L. Beberapa sumber memperkirakan kemungkinan penggunaan nama K10, untuk processor yang akan diluncurkan pertengahan tahun 2007 mendatang. Namun untuk sementara, penyebutan processor mendatang pada artikel kali ini akan disebut sebagai K8L.
Sedianya, K8L didesain sebagai chip processor quad-core. Dengan desain gambaran kasar kurang lebih sebagai berikut: 4 buah core dalam satu die silicon wafer, yang terhubung dengan shared L3 cache, crossbar, dan memory controler.
Sampai tulisan ini diturunkan, setidaknya AMD telah mencapai tahap final design untuk K8L quad-core Opteron, yang akan memiliki codename Deerhound. Artinya, tahapan selanjutnya adalah tes dan validasi, kurang lebih sampel produknya akan dapat tersedia dalam hitungan bulan.
AMD mobile processor mengalami peningkatan yang cukup berarti, dengan Hyper-Transport dengan link power management.
Penerus AMD K8
Pada dual-core mobile processor, masing-masing core dapat melakukan throtling secara individual. Selain itu HT link juga bahkan dapat mematikan core secara independen, dengan tujuan lebih mengefi siensikan daya yang digunakan. Ini sesuai dengan perkembangan teknologi processor yang memang lebih mengedepankan performance per Watt dibandingkan core K8.
Untuk mobile processor ataupun processor yang akan digunakan pada sistem dengan small form factor akan menekankan pada low power consumption processor. Ini akan dimungkinkan dengan tersedianya mobile optimized crossbar, link power management untuk HyperTransport 3,0.
Ke depannya core ini tentu saja akan terus berkembang. Seperti didukungnya penggunaan FB-DIMM (Fully-Buffered Dual Inline Memory Module), Direct Connect Architecture 2.0, enhanced RAS (Row Address Strobe), dan seterusnya. Ini adalah beberapa fitur yang sampai dengan core K8 belum tersedia di dalamnya.
Fitur pada Penerus AMD K8
Hadirnya DDR2RAM sejak digunakannya socket AM2, memberikan konsekuensi kelemahan dari latency DDR2. Karena, sejak architecture K8 dengan memory controller yang terintegrasi, membuatnya sensitif dengan memory latency. Ini tentunya membuat K8 memerlukan perbaikan untuk dapat bersaing dengan processor terkini.
Jika sesuai dengan roadmap dari AMD, K8L juga akan menjadi processor AMD pertama menggunakan Silicon-on-insulator (SOI) yang menggunakan proses produksi 65 nm. Untuk processor server akan diproduksi dalam kemasan socket F dengan 1207 pin dan processor desktop tentunya dengan socket AM2. Processor dengan dual-core akan disebut dengan Brisbane dan singlecore dengan codename Sparta.
Jumlah floating point unit juga akan bertambah. Ini akan memungkinkannya memiliki tambahan performa, dengan tersedianya tambahan instruksi spesial.
Tiga Perbedaan Utama dengan K8
Selain kemungkinan dihadirkannya arsitektur quad-core processor dan diproduksi dengan proses 65 nm, K8L memliki 3 fitur utama yang coba ditawarkan. Inilah yang akan membedakan antara K8L dengan core K8 terdahulu. Yaitu cache, memory, dan HyperTransport.
Cache
K8L akan menjadi AMD processor berikutnya yang menggunakan kembali L3 cache. L3 cache terakhir digunakan AMD pada processor K6. Tentu saja dengan perbedaan yang cukup signifi kan. Pada K8L dengan multi core, setiap core akan memiliki masing-masing L1 dan L2 cache yang terpisah. Tetapi, untuk L3 cache akan digunakan secara bersama-sama antar-core.
Memory
DDR2 memang sudah digunakan sejak kehadiran socket baru untuk AMD. Dukungan untuk DDR2 dan DDR3 akan menjadi kandidat untuk diterapkan pada core K8L. Perlu diingat, untuk DDR2 processor desktop AMD menggunakan socket AM2. Bagaimana dukungan socket ini untuk penggunaan DDR3? Agaknya ini hanya dapat dibuktikan seiring waktu AMD beralih ke DDR3.
HyperTransport
Pada K8L, akan digunakan versi ketiga dari HyperTransport. Dengan kecepatan transfer yang dapat mencapai 5.2 GT/s per link, HyperTransport 3.0 akan dapat memberikan peningkatan yang berarti dibandingkan HyperTransport versi sebelumnya. Hyper-Transport 2.0 memiliki clock maksimum 1,4 GHz. Dengan HT 3.0 menjadi 2,6 GHz. Atau setara dengan bandwith sebesar 20,8 GBps. Ini baru untuk kecepatan.
Fitur tambahan pada HT 3.0 juga cukup menarik. Hot-plug juga mulai diperkenalkan pada HT layer, sehingga perangkat yang tersambung dengan bus HT pun juga dapat dilepas, meski sistem sedang aktif.
Tidak hanya hot-plug yang menambah fleksibilitas HyperTransport. Dengan ungaging mode, link HyperTransport 3.0 dapat berubah konfi gurasi selama beroperasi. Contoh: HT link 1x16 dapat berubah konfigurasi menjadi 2x8 HT virtual link. Aplikasi un-gaging mode ini adalah dimungkinkannya sebuah processor melakukan konfi gurasi ulang, saat melakukan aplikasi SMT (simultaneous multithreading), processor memanfaatkan dua logical core dengan HT link terpisah. Setelah instruksi SMT selesai, processor akan dapat melakukan konfi gurasi ulang dan menjalankan instruksi dalam single-core.
Perbaikan pada power management dan AC interconnect mode juga salah satu perbaikan pada HT 3.0. Ia mampu mentransmit data hingga jarak 1 meter, dengan clock maksimum 2,6 GHz, tanpa signal loss. Ini memungkinkan HT3.0 bahkan secara teori dapat digunakan ke antar-PC.
Tidak hanya HyperTransport 3.0 yang akan memberikan pembaruan pada AMD processor mendatang. HyperTransport Consortium juga memperkenalkan ketersediaan interface HyperTransport HTX. Sebuah interkoneksi link asymetric Low Voltage Differential Signaling (LVDS) yang dapat menangani bandwidth hingga 41,6 GB/s. Penggunaannya dapat diterapkan untuk interkoneksi antar-CPU, antar-chip, bahkan dengan link LVDS memungkinkan untuk koneksi antar-chassis. Jika HyperTransport HTX ini juga mulai diterapkan pada solusi AMD, maka pengembangan lebih lanjut akan lebih terbuka.
Sejarah perkembangan processor
1. Processor
Processor adalah otak (CORE) dari sebuah komputer, semua perintah akan diproses proses yang dilakukan dengan sistem bergantian. Biasa disebut CPU, processor membaca intruksi dari memory tentang apa yang harus dilakukannya dan mengeksekusinya. Processor dibuat dengan teknologi silicone, isi dari processor adalah chip, transitor, dan komponen elektronik lainnya yang jumlahnya bisa mencapai jutaaan. Teknologi saat ini menggunakan ketebalan silicone setebal 0,13 micron. Semakin Tipis akan semakin mengurangi panas, power yang kecil, dan peningkatan kinerja yang signifikan karena lebih banyak teknologi yang ditanam.
2.Kecepatan Processor
Kecepatan dihitung dalam Hertz (Hz). Saat ini telah mencapai GHz. AMD dengan menggunakan PR rating ex: AMD Sempron 2200+, tidak berjalan pd 2200 tapi 1500 Mhz. Ekivalen dengan 2200Mhz nya Processor Intel
3. FSB.
FSB (Front Side Bus) adalah Saluran data antara processor dan chipset main controller. Ex : Intel P 4 mendukung FSB 800 Mhz diletakan pd MB FSB 533 Mhz, maka akan bottleneck. Teknologi Intel = 800 Mhz dan 1066 Mhz. Teknologi AMD = 2000 Mhz full duplex.
4. Cache Memory
Cache Memory Sebagai buffer sementara sebelum dieksekusi processor. Biasanya Level 1(L1) dan Level 2(L2). Semakin besar cache semakin baik. Ex : Intel Pentium 4 2,8C Ghz, FSB 800, 0.13 Micron, L2 Cache 512 KB
Sumber: http://toms7777.wordpress.com/2007/05/15/sekilas-tentang-pc/
B. Peranan Processor
Processor merupakan bagian sangat penting dari sebuah komputer, yang berfungsi sebagai otak dari komputer. Tanpa processor komputer hanyalah sebuah mesin dungu yang tak bisa apa-apa. Processor yang kita pakai saat ini sudah sangat cepat sekali. Tentu saja untuk mencapai kecepatan sampai saat ini processor tersebut mengalami perkembangan. Nah berikut perkembangan processor mulai dari generasi 4004 microprocessor yang di pakai pada mesin penghitung Busicom sampai dengan intel Quad-core Xeon. Perkembangan processor diawali oleh processor intel pada saat itu hanya satu² nya microprocessor yang ada. Tetapi pada saat ini sudah banyak beredar processor dari produsen yang lain, sehingga user sudah bisa mendapatkan processor yang beragam.
1. Microprocessor 4004 (1971)Processor di awali pada tahun 1971 dimana intel mengeluarkan processor pertamanya yang di pakai pada mesin penghitung buscom. Ini adalah penemuan yang memulai memasukan system cerdas kedalam mesin. Processor ini dinamakan microprocessor 4004. Chip intel 4004 ini mengawali perkembangan CPU dengan mempelopori peletakan seluruh komponen mesin hitung dalam satu IC. Pada saat ini IC mengerjakan satu tugas saja.
2. Microprocessor 8008 (1972)Pada tahun 1972 intel mengeluarkan microprocessor 8008 yang berkecepatan hitung 2 kali lipat dari MP sebelumnya. MP ini adalah mp 8 bit pertama. Mp ini juga di desain untuk mengerjakan satu pekerjaan saja.
3. Microprocessor 8080 (1974)Pada tahun 1974 intel kembali mengeluarkan mp terbaru dengan seri 8080. Pada seri ini intel melakukan perubahan dari mp multivoltage menjadi triple voltage, teknologi yang di pakai NMOS, lebih cepat dari seri sebelumnya yang memakai teknologi PMOS. Mp ini adalah otak pertama bagi komputer yang bernama altair.Pada saat ini pengalamatan memory sudah sampai 64 kilobyte. Kecepatanya sampai 10X mp sebelumnya.Tahun ini juga muncul mp dari produsen lain seperti MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst.
4. Microprocessor 8086 (1978)Processor 8086 adalah cpu pertama 16 bit. Tetapi pada saat ini masih banyak di gunakan mainboard sandard 8 bit, karena motherboard 16bit merupakan hal yang mahal. Akhir nya pada tahun 1979 intel merancang ulang processor ini sehingga compatible dengan mainboard 8 bit yang di beri nama 8088 tetapi secara logika bisa di namakan 8086sx. Perusahan komputer IBM menggunakan processor 8086sx ini untuk komputernya karena lebih murah dari harga 8086, dan juga bisa menggunakan mainboard bekas dari processor 8080. Teknologi yang di gunakan pada processor ini juga berbeda dari seri 8080, dimana pada seri 8086 dan 8086sx intel menggunakan teknologi HMOS.
5.Microprocessor 286 (1982)Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya. 286 (1982) juga merupakan prosessor 16 bit.Prosessor ini mempunyai kemajuan yang relatif besar dibanding chip-chip generasi pertama.Frekuensi clock ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah.286 menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086.
Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada 4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz yang digunakan pada IBM PC-AT (1984).
Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada protected mode/mode perlindungan – mode kerja baru dengan “24 bit virtual address mode”/mode pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected kembali ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem operasi yang menggunakan hal ini hanyalah OS/2 saat itu.
Sumber: http://fleahlit.web.id/?p=122
C. Perkembangan Processor
1. sejarah perkembangan processor intel
1. Generasi Prosesor 8086 dan 8088
2. Generasi Prosesor 80286 dengan kecepatan 6 dan 12 Mhz
3. Generasi Prosesor 80386 dengan kecepatan 25, 33, 40 dan 50 Mhz
4. Generasi Prosesor 80586 dengan kecepatan 60,75,90,100,120,dan 133 Mhz
5. Generasi Prosesor Pentium I dengan kecepatan 60,75,90,100,120,133,150,166,180,200 dan 233 Mhz
6. Generasi Prosesor MMX (Multimedia Exchange) dengan kecepatan 200 sampai 300 Mhz dan telah mendukung musik, film serta game.
7. Generasi Prosesor Pentium II dengan kecepatan antara 300 sampai 450 Mhz
8. Generasi Prosesor Pentium Celeron dengan kecepatan antara 250 sampai 333 Mhz dan memakai cache memori 128 Kb
9. Generasi Prosesor Pentium III dengan kecepatan antara 500 sampai 1400 Mhz
10. Generasi Prosesor Pentium III Celeron dengan kecepatan 600-1300 Mhz
11. Generasi Prosesor Pentium IV dengan kecepatan antara 1400-2800 Mhz, sedangkan untuk Pentium IV terbaru mencapai 3-3.2 Ghz
2. AMD (American Micro Device)
1. Generasi Prosesor 5x86 atau AMD 5k (setara Pentium I)
2. Generasi Prosesor K63D NOW (Setara Pentium II)
3. Generasi Prosesor K7 atau Athlon (Setara Pentium III)
4. Generasi Prosesor DURON ( Setara Pentium Celeron)
5. Generasi Prosesor Athlon-XP ( extreme performance, setara Pentium IV)
3. Cyrix dan VIA
Generasi Prosesor Cyrix MediaGX dengan kecepatan 120-200 Mhz
Generasi Prosesor Cyrix 6x86 dengan kecepatan 110-150Mhz
Generasi Prosesor Cyrix M2 dengan kecepatan 180-233 Mhz
Generasi Prosesor Cyrix C3 dengan kecepatan 500-733 Mhz
Generasi Prosesor VIA dengan kecepatan 1 Ghz
PerKembaNgan ProCessoR AMD
PERKEMBANGAN PROCESSOR
GENERASI 1
Processor 8088 dan 8086
Processor 8086 (1978) merupakan CPU 16 bit pertama Intel yang menggunakan bus
sistem 16 bit. Tetapi perangkat keras 16 bit seperti motherboard saat itu terlalu
mahal, dimana komputer mikro 8 bit merupakan standart. Pada 1979 Intel
merancang ulang CPU sehingga sesuai dengan perangkat keras 8 bit yang ada. PC
pertama (1981) mempunyai CPU 8088 ini. 8088 merupakan CPU 16 bit, tetapi
hanya secara internal. Lebar bus data eksternal hanya 8 bit yang memberi
kompatibelan dengan perangkat keras yang ada.
Sesungguhnya 8088 merupakan CPU 16/8 bit. Secara logika prosesor ini dapat
diberi nama 8086SX. 8086 merupakan CPU pertama yang benar-benar 16 bit di
keluarga ini.
GENERASI 2
Processor 80286
286 (1982) juga merupakan prosessor 16 bit. Prosessor ini mempunyai kemajuan
yang relatif besar dibanding chip-chip generasi pertama. Frekuensi clock
ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah. 286
menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086.
Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada
4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz
yang digunakan pada IBM PC-AT (1984).
Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada protected mode/mode
perlindungan – mode kerja baru dengan “24 bit virtual address mode”/mode
pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke
Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected kembali
ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem operasi yang menggunakan
hal ini hanyalah OS/2 saat itu.
GENERASI 3
Processor 80386 DX
386 diluncurkan 17 Oktober 1985. 80386 merupakan CPU 32 bit pertama. Dari
titik pandang PC DOS tradisional, bukan sebuah revolusi. 286 yang bagus bekerja
secepat 386SX pertama-walaupun menerapkan mode 32 bit.
Prosessor ini dapat mengalamati memori hingga 4 GB dan mempunyai cara
pengalamatan yang lebih baik daripada 286. 386 bekerja pada kecepatan clock
16,20, dan 33 MHz. Belakangan Cyrix dan AMD membuat clones/tiruan-tiruan
yang bekerja pada 40 MHz. 386 mengenalkan mode kerja baru disamping mode
real dan protected pada 286. Mode baru itu disebut virtual 8086 yang terbuka untuk
multitasking karena CPU dapat membuat beberapa 8086 virtual di tiap lokasi
memorinya sendiri-sendiri.
80386 merupakan CPU pertama berunjuk kerja baik dengan Windows versi-versi
awal..
Processor 80386SX
Chip ini merupakan chip yang tidak lengkap yang sangat terkenal dari 386DX.
Prosessor ini hanya mempunyai bus data eksternal 16 bit berbeda dengan DX yang
32 bit. Juga, SX hanya mempunyai jalur alamat 24. Oleh karena itu, prosessor ini
hanya dapat mengalamati maksimum RAM 16 MB. Prosessor ini bukan 386 yang
sesungguhnya, tetapi motherboard yang lebih murah membuatnya sangat terkenal.
GENERASI 4
Processor 80486 DX
80486 dikeluarkan 10 April 1989 dan bekerja dua kali lebih cepat dari
pendahulunya. Hal ini dapat terjadi karena penanganan perintah-perintah x86 yang
lebih cepat, lebih-lebih pada mode RISC. Pada saat yang sama kecepatan bus
dinaikkan, tetapi 386DX dan 486DX merupakan chip 32 bit. Sesuatu yang baru
dalam 486 ialah menjadikan satu math coprocessor/prosesor pembantu matematis.
Sebelumnya, math co-processor yang harus dipasang merupakan chip 387 yang
terpisah, 486 juga mempunyai cache L1 8 KB.
Processor 80486 SX
Prosessor ini merupakan chip baru yang tidak lengkap. Math co-processor
dihilangkan dibandingkan 486DX.
Processor Cyrix 486SLC
Cyrix dan Texas Instruments telah membuat serngkaian chip 486SLC. Chip-chip
tersebut menggunakan kumpulan perintah yang sama seperti 486DX, dan bekerja
secara internal 32 bit seperti DX. Tetapi secara eksternal bekerja hanya pada 16 bit
(seperti 386SX). Oleh karena itu, chip-chip tersebut hanya menangani RAM 16
MB. Lagipula, hanya mempunyai cache internal 1 KB dan tidak ada mathematical
co-processor. Sesungguhnya chip-chip tersebut hanya merupakan perbaikan
286/386SX. Chip-chip tersebut bukan merupakan chip-chip clone. Chip-chip
tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar dalam arsitekturnya jika
dibandingkan dengan chip Intel.
Processor IBM 486SLC2
IBM mempunyai chip 486 buatan sendiri. Serangkaian chip tersebut diberi nama
SLC2 dan SLC3. Yang terakhir dikenal sebagai Blue Lightning. Chip-chip ini
dapat dibandingkan dengan 486SX Intel, karena tidak mempunyai mathematical coprocessor
yang menjadi satu. Tetapi mempunyai cache internal 16 KB (bandingkan
dengan Intel yang mempunyai 8 KB). Yang mengurangi unjuk kerjanya ialah
antarmuka bus dari chip 386. SLC2 bekerja pada 25/50 MHz secara eksternal dan
internal, sedangkan chip SLC3 bekerja pada 25/75 dan 33/100 MHz. IBM
membuat chip-chip ini untuk PC mereka sendiri dengan fasilitas mereka sendiri,
melesensi logiknya dari Intel.
Perkembangan 486 Selanjutnya
DX4; Prosessor-prosessor DX4 Intel mewakili sebuah peningkatan 80486.
Kecepatannya tiga kali lipat dari 25 ke 75 MHz dan dari 33 ke 100 MHz. Chip
DX4 lainnya dipercepat hingga dari 25 ke 83 MHz.
DX4 mempunyai cache internal 16 KB dan bekerja pada 3.3 volt. DX dan DX2
hanya mempunyai cache 8 KB dan memerlukan 5 volt dengan masalah panas
bawaan.
Tabel CPU dan FPU
CPU FPU
8086 8087
80286 80287
80386 80387
80486DX Built in / di dalam
80486SX Tidak ada
Pentium dan sesudahnya Di dalam
GENERASI 5
AMD (Advanced Micro Devices)
Pentium-pentium AMD seperti chip-chip yang ditawarka oleh Intel bersaing dengan
ketat. AMD menggunakan teknologi- teknologi mereka sendiri. Oleh karena itu,
prosesornya bukan merupakan clone-clone. AMD mempunyai seri sebagai berikut :
•K5, dapat disamakan dengan Pentium-pentium Classic (dengan cache L1 16
KB dan tanpa MMX).
•K6, K6-2, dan K6-3 bersaing dengan Pentium MMX dan Pentium II.
•K7 Athlon, Agustus 1999, tidak kompatibel dengan Socket 7.
AMD K5
K5 merupakan tiruan Pentium. K5 lama sebagai contoh dijual sebagai PR133
(Perform Rating). Maksudnya, bahwa chip tersebut akan berunjuk kerja seperti
sebuah Pentium P133. Tetapi, hanya berjalan 100 MHz secara internal. Chip
tersebut masih harus dipasang pada motherboard seperti sebuah P133.
K5 AMD juga ada yang PR166. Chip ini dimaksudkan untuk bersaing dengan P166
Intel. Bekerja hanya pada 116.6 MHz (1.75 x 66 MHz) secara internal. Hal ini
dikarenakan cache yang dioptimasi dan perkembangan-perkembangan baru lainnya.
Hanya ada fitur yang tidak sesuai dengan P166 yaitu dalam kerja floating-point.
PR133 dan PR166 berharga jauh lebih murah dari jenis Pentium yang sebanding,
dan prosessor ini sangat terkenal pada mesin-mesin dengan harga yang murah.
AMD K6
K6 AMD diluncurkan 2 April 1997. Chip ini berunjuk kerja sedikit lebih baik dari
Pentium MMX. Oleh karena itu termasuk dalam keluarga P6.
•Dilengkapi dengan 32+32 KB cache L1 dan MMX.
•Berisi 8.8 juta transistor.
K6 seperti halnya K5 kompatibel dengan Pentium. Maka, dapat diletakkan di
Socket 7, pada motherboard Pentium umumnya, dan ini segera membuat K6
menjadi sangat terkenal.
AMD K6-2
Versi “model 8” berikutnya K6 mempunyai nama sandi “Chomper”. Prosessor ini
pada 28 Mei 1998 dipasarkan sebagai K6-2, dan seperti versi model 7 K6 yang asli,
dibuat dengan teknologi 0.25 mikron. Chip-chip ini bekerja hanya dengan 2.2
voltage. Chip ini berhasil menjadi saingan Pentium II Intel.
K6-2 dibuat untuk bus front side (bus sistem) pada kecepatan 100 MHz dan
motherboard Super 7. AMD membuat perusahaan lain seperti Via dan Alladin,
membuat chip set baru untuk motherboard Socket 7 tradisional, setelah Intel tahu
1997 menghentikan platform tersebut.
K6-2 juga diperbaiki dengan unjuk kerja MMX yang dua kali lebih baik
dibandingkan dengan K6 yang awal.
K6-2 mempunyai plug-in 3D baru (disebut 3DNow!) untuk unjuk kerja game yang
lebih baik. Terdiri dari 21 perintah baru yang dapat digunakan oleh pengembang
perangkat lunak untuk memberikan unjuk kerja 3D yang lebih baik.
Dukungan termasuk dalam DirectX 6.0 untuk Windows. DirectX merupakan
multimedia API, untuk Windows. DirectX merupakan beberapa program yang
dapat meningkatkan unjuk kerja multimedia di dalam semua program Windows.
Multimedia 3DNow! tidak kompatibel dengan MMX, tetapi K6-2 mempunyai
MMX sebaik 3DNow!. Cyrix dan IDT juga meluncurkan CPU dengan 3DNow!.
K6-2 memberi unjuk kerja sangat, sangat bagus. Anda dapat membandingkan
prosessor ini dengan Pentium II. K6-2 350 MHz berunjuk kerja sangat mirip
dengan Pentium II-350, tetapi dijual dengan lebih murah. Dan dapat menghemat
lebih banyak sebab motherboard yang lebih murah.
K6-2 Dengan Bus dan Clock-nya
K6-2 Bus Clock
266 MHz 66 MHz 4.0 x 66 MHz
266 MHz 88 MHz 3.0 x 88 MHz
300 MHz 100 MHz 3.0 x 100 MHz
333 MHz 95 MHz 3.5 x 95 MHz
350 MHz 100 MHz 3.5 x 100 MHz
380 MHz 95 MHz 4.0 x 95 MHz
400 MHz 100 MHz 4.0 x 100 MHz
GENERASI 6
AMD K6-3
AMD K6-3 merupakan model 9 dengan nama sandi “Sharptooth”, yang mungkin
memiliki cache tiga tingkat :
•Sedikit perbaikan dibandingkan unit K6-2
•Cache L2 sebesar 258 KB satu chip
•Rancangan cache tiga tingkat
•Bus front side 133 MHz baru.
•Kecepatan clock 400 MHz dengan 450 MHz.
Kedua cache 64 KB L1 dan 256 KB L2 disatukan dengan chipnya. Cache pada die
L2 ini bekerja pada kecepatan prosesor penuh seperti yang dilakukan pada Pentium
Pro, dan seperti yang dilakukan pada Celeron A dan pada prosessor Xeon dari Intel.
Hal ini secara pasti akan banyak meningkatkan kecepatan K6 !
Karena K6-3 digunakan pada motherboard Super 7 dan ruang untuk cache tingkat
berikutnya cache L3. Perancangan cache tiga tingkat dibuat untuk menggunakan
motherboard yang sudah ada hingga 2 MB cache yang on-board. Ini seharusnya
merupakan cache L2 (pada motherboard) yang digunakan sebagai cache tingkat
tiga. Hal ini terjadi secara otomatis, dan semakin besar cache namapak akan
banyak meningkatkan unjuk kerjanya
GENERASI 7
AMD K-7 Athlan
Processor AMD utama yang sangat menggemparkan Athlon (K7) diperkenalkan
Agustus 1999. Tanggapan Intel (nama sandi Foster) tidak dapat diharapkan hingga
akhir tahun 2000. Dalam bulan-bulan pertama, pasar menanggapi Athlan sangat
positif. Nampaknya (seperti yang diharapkan) untuk mengungguli Pentium III pada
frekuensi clock yang sama.
•Seperti modul pada Pentium II , yang rancangannya sepenuhnya milik
AMD. Socket tersebut disebut Slot A.
•Kecepatan clock 600 MHz merupakan versi pertama.
•Cache L2 mencapai 8 MB (minimum 512 KB, tanpa tambahan TAG-RAM).
•Cache L1 128 KB.
•Berisi 22 juta transistor (Pentium III mempunyai 9.3 juta).
•Bus jenis baru
•Jenis bus sistem yang benar-benar baru, yang pada versi pertama akan
bekerja pada 200 MHz. Peningkatan hingga 400 MHz diharapkan
kemudian. Kecepatan RAM 200 MHz merupakan dua kali lebih cepat
daripada semua CPU Intel yang ada. Kecepatan yang tinggi ini akan
memerlukan RAM cepat yang baru untuk memperoleh keuntungan penuh
dari akibat ini.
•Bus backside yang bebas, yang menghubungkan cache L2. Disini kecepatan
clock dapat menjadi ¼, 1/3, 2/3 atau sama dengan frekuensi CPU internal.
Hal itu merupakan sistem yang sama seperti yang digunakan pada sistem P6
dimana kecepatan L2 bisa setengah (Celeron, Pentium II dan III) atau
kecepatan CPU penuh (seperti Xeon).
•Pengkodean yang berat dan DPU
•Tiga pengkode perintah menerjemahkan perintah program RISCx86 ke
perintah RISC yang efektif, ROP, dimana hingga 9 perintah dapat dijalankan
secara sererntak. Uji coba pertama menunjukkan pengkodean 2.8 perintah
CISC tiap putaran clock. Hal ini kira-kira 30% lebih baik dari Pentium II
dan III.
•Dapat menangani dan menyusun kembali hingga 72 perintah (diluar ROP)
secara serentak (Pentium III dapat melakukan 40, K6-2 hanya 24).
•Unjuk kerja FPU yang hebat dengan tiga perintah serentak dan satu GFLOP
pada 500 floating point. Dua GFLOP dengan perintah MMX dan 3DNow!
Hal itu sedikitnya sama dengan unjuk kerja Pentium III dengan
memanfaatkan secara penuh Katmai. Mesin 3DNow! bahkan sudah
diperbaiki dibandingkan pada K6-3.
Unjuk kerja Athlon
Processor FPU Winmark
Intel Pentium III/500 2562
AMD Athlon / 500 MHz 2767
•AMD tidak punya lisensi untuk menggunakan rancang bangun Slot 1,
sehingga rangkaian logika kontroler datang dari Digital Equipment Corp.
Disebut EV6 dan dirancang untuk CPU Alpha 21264. Perusahaan AMD
merencanakan untuk mengembangkan chip set mereka sendiri, tetapi
rancang bangunnya akan menjadi bebas royalti untuk digunakan. Hal ini
menjadikan prosessor pertama AMD yang menggunakan motherboard dan
chip set yang dirancang khusus oleh AMD sendiri.
•Penggunaan bus EV6 memberi banyak lebar band daripada Intel GTL+. Hal
ini berarti bahwa Athlon mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan
jenis RAM baru seperti RDRAM. Juga penggunaan 128 KB cache L1 yang
cukup berat. Cache L1 penting jika kecepatan clock meningkat dan 128 KB
dua kali dari ukuran milik Pentium II.
•Athlon akan hadir dalam beberapa versi. Versi “paling lambat” mempunyai
cache L2 yang bekerja sepertiga kecepatan CPU, dimana yang paling bagus
akan bekerja pada kecepatan CPU penuh (seperti yang dilakukan oleh
Xeon). Athlon akan memberi persaingan Intel dalam segala lapisan
termasuk server, yang dapat dibandingkan dengan prosessor Xeon.
Perkembangan
Penerus AMD K8
Kehadiran socket AM2, di tengah-tengah pengguna PC desktop belumlah lama dinikmati para penggunanya. Sedangkan, untuk processor mobile AMD memilih socket S1 dan socket F untuk processor server. Inilah langkah awal dari pengembangan selanjutnya dari AMD.
Untuk sekarang, penggunaan socket AM2 digunakan untuk mendukung processor AMD K8, antara lain seperti Athlon 64, ataupun Sempron. Namun dengan socket yang sama ini, untuk processor desktop juga akan hadir penerusnya.
Nama untuk Penerus AMD K8
Merupakan hasil kelanjutan Revision G dari core AMD64 microprocessor. Jika masih menggunakan penamaan processor AMD terdahulu, ada kemungkinan dapat disebut sebagai K9. Namun untuk mencegah kerancuan dari K9 (dibaca: canine), maka nama ini tidak digunakan.
Maka beberapa spekulasi memperkirakan core baru ini akan disebut sebagai K8L. Mengacu pada penamaan dengan numerasi romawi. Dengan menyebutnya sebagai K8.5, bisa saja disebut sebagai K8V. Dikarenakan beberapa produk motherboard dari produsen tertentu sudah lebih dahulu menggunakan nama ini, maka nama ini juga tidak digunakan.Generasi processor AMD merupakan K8.50, atau dengan menggunakan penamaan dengan numera si romawi menjadi K8L. Beberapa sumber memperkirakan kemungkinan penggunaan nama K10, untuk processor yang akan diluncurkan pertengahan tahun 2007 mendatang. Namun untuk sementara, penyebutan processor mendatang pada artikel kali ini akan disebut sebagai K8L.
Sedianya, K8L didesain sebagai chip processor quad-core. Dengan desain gambaran kasar kurang lebih sebagai berikut: 4 buah core dalam satu die silicon wafer, yang terhubung dengan shared L3 cache, crossbar, dan memory controler.
Sampai tulisan ini diturunkan, setidaknya AMD telah mencapai tahap final design untuk K8L quad-core Opteron, yang akan memiliki codename Deerhound. Artinya, tahapan selanjutnya adalah tes dan validasi, kurang lebih sampel produknya akan dapat tersedia dalam hitungan bulan.
AMD mobile processor mengalami peningkatan yang cukup berarti, dengan Hyper-Transport dengan link power management.
Penerus AMD K8
Pada dual-core mobile processor, masing-masing core dapat melakukan throtling secara individual. Selain itu HT link juga bahkan dapat mematikan core secara independen, dengan tujuan lebih mengefi siensikan daya yang digunakan. Ini sesuai dengan perkembangan teknologi processor yang memang lebih mengedepankan performance per Watt dibandingkan core K8.
Untuk mobile processor ataupun processor yang akan digunakan pada sistem dengan small form factor akan menekankan pada low power consumption processor. Ini akan dimungkinkan dengan tersedianya mobile optimized crossbar, link power management untuk HyperTransport 3,0.
Ke depannya core ini tentu saja akan terus berkembang. Seperti didukungnya penggunaan FB-DIMM (Fully-Buffered Dual Inline Memory Module), Direct Connect Architecture 2.0, enhanced RAS (Row Address Strobe), dan seterusnya. Ini adalah beberapa fitur yang sampai dengan core K8 belum tersedia di dalamnya.
Fitur pada Penerus AMD K8
Hadirnya DDR2RAM sejak digunakannya socket AM2, memberikan konsekuensi kelemahan dari latency DDR2. Karena, sejak architecture K8 dengan memory controller yang terintegrasi, membuatnya sensitif dengan memory latency. Ini tentunya membuat K8 memerlukan perbaikan untuk dapat bersaing dengan processor terkini.
Jika sesuai dengan roadmap dari AMD, K8L juga akan menjadi processor AMD pertama menggunakan Silicon-on-insulator (SOI) yang menggunakan proses produksi 65 nm. Untuk processor server akan diproduksi dalam kemasan socket F dengan 1207 pin dan processor desktop tentunya dengan socket AM2. Processor dengan dual-core akan disebut dengan Brisbane dan singlecore dengan codename Sparta.
Jumlah floating point unit juga akan bertambah. Ini akan memungkinkannya memiliki tambahan performa, dengan tersedianya tambahan instruksi spesial.
Tiga Perbedaan Utama dengan K8
Selain kemungkinan dihadirkannya arsitektur quad-core processor dan diproduksi dengan proses 65 nm, K8L memliki 3 fitur utama yang coba ditawarkan. Inilah yang akan membedakan antara K8L dengan core K8 terdahulu. Yaitu cache, memory, dan HyperTransport.
Cache
K8L akan menjadi AMD processor berikutnya yang menggunakan kembali L3 cache. L3 cache terakhir digunakan AMD pada processor K6. Tentu saja dengan perbedaan yang cukup signifi kan. Pada K8L dengan multi core, setiap core akan memiliki masing-masing L1 dan L2 cache yang terpisah. Tetapi, untuk L3 cache akan digunakan secara bersama-sama antar-core.
Memory
DDR2 memang sudah digunakan sejak kehadiran socket baru untuk AMD. Dukungan untuk DDR2 dan DDR3 akan menjadi kandidat untuk diterapkan pada core K8L. Perlu diingat, untuk DDR2 processor desktop AMD menggunakan socket AM2. Bagaimana dukungan socket ini untuk penggunaan DDR3? Agaknya ini hanya dapat dibuktikan seiring waktu AMD beralih ke DDR3.
HyperTransport
Pada K8L, akan digunakan versi ketiga dari HyperTransport. Dengan kecepatan transfer yang dapat mencapai 5.2 GT/s per link, HyperTransport 3.0 akan dapat memberikan peningkatan yang berarti dibandingkan HyperTransport versi sebelumnya. Hyper-Transport 2.0 memiliki clock maksimum 1,4 GHz. Dengan HT 3.0 menjadi 2,6 GHz. Atau setara dengan bandwith sebesar 20,8 GBps. Ini baru untuk kecepatan.
Fitur tambahan pada HT 3.0 juga cukup menarik. Hot-plug juga mulai diperkenalkan pada HT layer, sehingga perangkat yang tersambung dengan bus HT pun juga dapat dilepas, meski sistem sedang aktif.
Tidak hanya hot-plug yang menambah fleksibilitas HyperTransport. Dengan ungaging mode, link HyperTransport 3.0 dapat berubah konfi gurasi selama beroperasi. Contoh: HT link 1x16 dapat berubah konfigurasi menjadi 2x8 HT virtual link. Aplikasi un-gaging mode ini adalah dimungkinkannya sebuah processor melakukan konfi gurasi ulang, saat melakukan aplikasi SMT (simultaneous multithreading), processor memanfaatkan dua logical core dengan HT link terpisah. Setelah instruksi SMT selesai, processor akan dapat melakukan konfi gurasi ulang dan menjalankan instruksi dalam single-core.
Perbaikan pada power management dan AC interconnect mode juga salah satu perbaikan pada HT 3.0. Ia mampu mentransmit data hingga jarak 1 meter, dengan clock maksimum 2,6 GHz, tanpa signal loss. Ini memungkinkan HT3.0 bahkan secara teori dapat digunakan ke antar-PC.
Tidak hanya HyperTransport 3.0 yang akan memberikan pembaruan pada AMD processor mendatang. HyperTransport Consortium juga memperkenalkan ketersediaan interface HyperTransport HTX. Sebuah interkoneksi link asymetric Low Voltage Differential Signaling (LVDS) yang dapat menangani bandwidth hingga 41,6 GB/s. Penggunaannya dapat diterapkan untuk interkoneksi antar-CPU, antar-chip, bahkan dengan link LVDS memungkinkan untuk koneksi antar-chassis. Jika HyperTransport HTX ini juga mulai diterapkan pada solusi AMD, maka pengembangan lebih lanjut akan lebih terbuka.
Aturan-aturan Jaringan Wireless
Aturan-aturan Dalam Jaringan Wireless
Ada beberapa aturan agar jaringan wireless bekerja secara optimal, diantaranya:
1.Gunakan standar yang sama pada perangkat jaringan wireless Anda meskipun berbeda merk dan vendor pembuatnya.
2.Hindari penggunaan alat yang dapat memperlemah sinyal pada jaringan wireless seperti Cordless phones, microwave oven, peralatan yang menggunakan bluetooth, peralatan yang menggunakan teknologi wireless.
3.Pada jaringan mode infrastruktur berlaku hukum “semakin jauh dengan access point akan semakin lemah signal dean kecepatan transfer data yang diperoleh client”.
4.Jika hanya menggunakan satu access point, letakkan access point ditengah-tengan area jaringan wireless.
5.Media berbahan kaca dan segala benda yang memiliki sifat memantulkan objek, metal, besi stainless, tembok beton adalah media yang dapat memperlemah/sulit ditembus signal wireless.
Pada prakteknya, masih banyak lagi ketentuan atau aturan dalam jaringan wireless. Ingat ! Teknologi wireless menggunakan udara yang merupakan milik bersama untuk melakukan pertukaran data. Jari tidak ada kata “monopoli” tanpa ada gangguan atau interfensi dari teknologi lain.
Ada beberapa aturan agar jaringan wireless bekerja secara optimal, diantaranya:
1.Gunakan standar yang sama pada perangkat jaringan wireless Anda meskipun berbeda merk dan vendor pembuatnya.
2.Hindari penggunaan alat yang dapat memperlemah sinyal pada jaringan wireless seperti Cordless phones, microwave oven, peralatan yang menggunakan bluetooth, peralatan yang menggunakan teknologi wireless.
3.Pada jaringan mode infrastruktur berlaku hukum “semakin jauh dengan access point akan semakin lemah signal dean kecepatan transfer data yang diperoleh client”.
4.Jika hanya menggunakan satu access point, letakkan access point ditengah-tengan area jaringan wireless.
5.Media berbahan kaca dan segala benda yang memiliki sifat memantulkan objek, metal, besi stainless, tembok beton adalah media yang dapat memperlemah/sulit ditembus signal wireless.
Pada prakteknya, masih banyak lagi ketentuan atau aturan dalam jaringan wireless. Ingat ! Teknologi wireless menggunakan udara yang merupakan milik bersama untuk melakukan pertukaran data. Jari tidak ada kata “monopoli” tanpa ada gangguan atau interfensi dari teknologi lain.
Windows Server 2003
Windows Server 2003 merupakan sebuah versi sistem operasi Microsoft Windows yang ditujukan untuk pasar server korporat. Nomor versi internalnya adalah Microsoft Windows NT 5.2 build 3790. Dulunya dikenal dengan .NET Server, Windows .NET Server, atau Whistler Server. Sistem operasi ini merupakan kelanjutan dari sistem Windows 2000 Server.
Sejarah Pengembangan
Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan pada akhir tahun 2000. Tujuan dari hal ini adalah Microsoft hendak membuat platform .NET, dengan menyediakan infrastruktur jaringan yang terbentuk dari Windows Server dan Windows Workstation. Proyek itu dinilai sangat ambisius, karena Microsoft berniat mengembangkan dua sistem operasi secara sekaligus (Whistler Server dan Whistler Workstation). Akhirnya, beberapa kali sistem operasi ini ditunda peluncurannya, karena jadwal pengembangan yang ketat, dan hanya sistem operasi Whistler Workstation saja yang dirilis setahun berikutnya dengan nama produk Windows XP, yang ditujukan untuk kalangan konsumer rumahan dan korporat.
Edisi
Windows Server 2003 terdiri atas beberapa produk yang berbeda, yakni sebagai berikut:
Windows Server 2003 Standard Edition
Windows Server 2003 Enterprise Edition
Windows Server 2003 Datacenter Edition
Windows Server 2003 Web Edition
Windows Small Business Server 2003
Windows Storage Server 2003
1. Standard Edition
Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebuah versi Windows Server 2003 yang benar-benar "dasar", dengan fitur-fitur yang umumnya dibutuhkan oleh sebuah server untuk melayani klien-kliennya di jaringan. Edisi ini diterbitkan untuk menggantikan Windows 2000 Server dan Windows NT 4.0 Server yang telah lama malang melintang.
Fitur yang diusung oleh Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebagai berikut:
Fitur standar sebuah server: file service, print service, atau application server yang dapat diinstalasi (seperti Microsoft Exchange Server, SQL Server, atau aplikasi lainnya).
Domain Controller server.
PKI (public key infrastructure) server.
Domain Name System (DNS).
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
Windows Internet Name Service (WINS).
Windows Terminal Services, meski kurang ideal untuk diimplementasikan dalam jaringan skala besar akibat adanya limitasi prosesor dan memori.
Mendukung pembagian beban jaringan, meski tidak dapat digunakan sebagai sebuah cluster.
Dengan fitur-fitur di atas, Windows Server 2003 Standard Edition jelas ditujukan sebagai fondasi bagi platform jaringan berbasis Windows untuk lingkungan jaringan skala menengah ke bawah, atau sebagai server yang ditujukan untuk mendukung server lainnya dalam jaringan yang lebih besar. Windows Server 2003 Standard Edition mendukung hingga empat buah prosesor fisik (prosesor logis dalam Intel HyperThreading akan dianggap sebagai satu prosesor fisik) dan mendukung RAM hingga 4 Gigabyte, serta dapat mengalamati 4 Terabyte hard disk.
2. Enterprise Edition
Windows Server 2003 Enterprise Edition adalah sebuah versi Windows Server yang memiliku semua fitur yang ditawarkan oleh Windows Server 2003 Standard Edition, ditambah dengan fitur-fitur yang meningkatakan keandalan dan skalabilitas layanan-layanannya. Windows Server 2003 Enterprise Edition ditujukan untuk menggantikan Windows 2000 Advanced Server dan Windows NT 4.0 Enterprise Server yang telah lama beredar. Windows Server 2003 Enterprise Edition menggandakan dukungan prosesor jika dibandingkan dengan Windows Server 2003 Standard Edition, dari 4 hingga 8 prosesor sekaligus. Selain itu, Enterprise Edition juga mendukung prosesor 64-bit, seperti IA-64 dan x64.
Enterprise Edition memiliki fitur-fitur berikut:
Address Windowing Extension (AWE), yang mengizinkan sistem operasi agar mereservasikan hanya 1 GB dari memori fisik untuk digunakan oleh Windows, sehingga mengizinkan aplikasi menggunakan sisa 3 GB memori yang ada (dalam sistem x86, yang hanya mendukung 4 GB memori).
Hot-Memory, yang mengizinkan penambahan memori ketika sistem sedang berjalan (meski hanya sistem-sistem tertentu yang mendukungnya)
Non-uniform memory access (NUMA), yang mengizinkan Windows untuk mengakses bus-bus memori berbeda sebagai sebuah unit memori yang sama, sehingga mengizinkan delapan buah prosesor x86 yang hanya mendukung 4 GB mendukung hingga 32 GB memori (4 GB untuk tiap prosesornya).
Teknologi Clustering, yang mengizinkan banyak server (hingga empat buah node) terlihat sebagai sebuah server oleh klien untuk kinerja atau keandalan.
Terminal Server Session Directory, yang mengizinkan klien untuk melakukan koneksi ulang ke sebuah sistem terminal services yang didukung oleh server yang menjalankan terminal services. Sebagai contoh, dalam sebuah lingkungan dengan delapan server yang menjalankan terminal services, jika salah satu server mengalami kegagalan, klien akan secara otomatis membuat koneksi kembali ke sisa server (7) yang lainnya (yang masih berjalan dan memiliki slot klien).
3. Datacenter Edition
Windows Server 2003 Datacenter Edition adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang berbeda dari dua versi lainnya yang telah disebutkan. Edisi ini tidak dapat diperoleh secara ritel, dan harus didapatkan sebagai bagian dari kombinasi antara perangkat keras server dari sebuah vendor, semacam Hewlett-Packard atau Dell. Alasan mengapa hal ini diberlakukan adalah untuk menjaga agar sistem dapat berjalan dengan sempurna (dengan hardware yang telah ditentukan oleh manufaktur serta driver yang telah disertifikasi dapat menjadikan sistem jauh lebih stabil). Umumnya, sebelum dijual kepada konsumen, manufaktur akan melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap server yang bersangkutan. Tujuannya agar uptime sistem yang bersangkutan bertahan 99,999%, sehingga dalam satu tahun hanya 9 jam saja mengalami downtime.
Program-program yang disertakan dalam Windows Server 2003 Datacenter Edition berfokus pada keandalan sistem operasi. Microsoft membuat beberapa persyaratan bagi OEM yang hendak menggunakan edisi dari Windows Server 2003 ini, yakni sebagai berikut:
Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan (kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan komponen vital lainnya.
Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja, driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan waktu lebih dari satu bulan
Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.
Edisi ini mendukung hingga 32 buah prosesor (32-way SMP) dan memori hingga 64 GB pada sistem x86 serta mendukung mesin yang dikonfigurasikan secara 128-way dengan partisi yang bersifat individual. Dalam sistem IA-64, edisi ini mendukung hingga 64 buah prosesor dan memori hingga 512 Gigabyte. Selain itu, edisi ini mendukung clustering hingga delapan buah node serta pembagian beban jaringan sebagai fitur standar, serta memiliki Windows System Resource Manager yang mampu melakukan konsolidasi dan manajemen sistem.
4. Web Edition
Windows Server 2003 Web Edition adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan khusus sebagai web server, yang menaungi beberapa aplikasi web, halaman web, dan layanan web berbasis XML. Windows Server 2003 Web Edition didesain sedemikian rupa, dengan menggunakan Internet Information Services (IIS) 6.0 sebagai infrastukturnya dan menggunakan teknologi ASP.NET untuk menangani layanan web berbasis XML dan aplikasi web lainnya.
Web server modern saat ini umumnya tidaklah dibuat dari satu mesin dengan banyak prosesor atau jumlah memori yang besar. Tetapi, umumnya dibentuk dari beberapa komputer dengan 1 CPU atau 2 CPU dengan RAM yang mencukupi. Dalam kasus ini, jika sebuah organisasi hendak menggunakan Windows Server 2003 Standard Edition, maka akan terlalu mahal (dalam beberapa kasus, justru sistem operasi yang lebih mahal daripada perangkat keras), sehingga beberapa organisasi pun berpaling ke solusi open-source semacam Linux atau Apache (yang dapat berjalan di atas Windows atau Linux) daripada menggunakan IIS yang hanya disediakan oleh Windows Server yang mahal. Sebagai respons dari kasus ini, Microsoft pun merilis Windows Server 2003 Web Edition. Untuk menekan harga, tentu saja ada yang dikorbankan: Windows Server 2003 Web Edition banyak memiliki layanan yang dibuang, termasuk di atanranya Routing and Remote Access, Terminal Services, Remote Installation Service (RIS), Service for Macintosh, dan penaungan terhadap Active Directory (tidak dapat dikonfigurasikan sebagai sebuah domain controller, meski dapat dikoneksikan ke sebuah domain Active Directory).
5. Windows Small Business Server 2003
Windows Small Business Server 2003, atau sering disebut sebagai Windows SBS, adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan untuk pasar jaringan kecil. Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan beberapa edisi lainnya, meski banyak yang dikorbankan, dalam teknologi jaringan yang didukung, jenis lisensi, perangkat pengembangan, dan redundansi aplikasi. Sebuah Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung hingga 75 pengguna saja.
Windows SBS didesain sedemikian rupa dengan fitur-fitur yang Microsoft anggap dibutuhkan oleh jaringan skala kecil, yang akan diimplementasikan pada server pertama mereka. Instalasi default-nya, Windows SBS akan menginstalasikan Active Directory, sebuah situs SharePoint Portal, dan Exchange Server. Selain itu, edisi ini juga menawarkan konfigurasi yang lebih mudah dalam mengatur firewall DHCP dasar dan router NAT dengan menggunakan dua buah kartu jaringan. Antarmuka manajemen sistem jaringan yang digunakannya lebih mudah digunakan dibandingkan edisi Windows Server lainnya bahkan oleh administrator yang baru sekalipun.
SBS juga dirilis dalam versi lainnya, yang disebut sebagau Windows Small Business Server 2003 Premium Edition yang mencakup semua fitur dalam Windows Small Business Server 2003 Standard Edition ditambah SQL Server 2000 dan ISA Server 2000.
Windows Small Business Server 2003 memiliki beberapa keterbatasan, yakni sebagai berikut:
Hanya boleh ada satu komputer dalam sebuah domain yang dapat menjalankan Windows Small Business Server 2003.
Windows Small Business Server 2003 harus berada di akar sebuah hutan Active Directory.
Windows Small Business Server 2003 tidak dapat menerima trust dari domain lainnya.
Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung 75 pengguna.
Windows Small Business Server 2003 tidak mendukung domain anak.
Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung terminal services dalam modus remote administration.
Setiap server tambahan harus memiliki Windows Small Business Server 2003 Client Access License (CAL), yang dapat dikonfigurasikan untuk setiap pengguna atau setiap perangkat.
6. Storage Server
Windows Storage Server 2003 adalah sebuah edisi Windows Server 2003 yang didedikasikan untuk layanan berbagi berkas dan berbagi alat pencetak. Sama seperti halnya Windows Server 2003 Datacenter Edition, edisi ini juga tidak dapat diperoleh secara ritel. Umumnya, edisi ini dapat diperoleh melalui OEM dalam perangkat Network Attached Storage (NAS). Perbedaan dari sistem Windows Server lainnya yang menyediakan layanan berbagi berkas dan alat pencetak adalah bahwa Storage Server 2003 tidak membutuhkan Client Access License (CAL).
Perbandingan antar edisi
Tabel di bawah ini berisi beberapa perangkat keras yang dibutuhkan oleh Windows Server 2003.
Kebutuhan
Standard Edition
Enterprise Edition
Datacenter Edition
Web Edition
Small Business Server
CPU (x86)/jumlah maksimum
133 MHz/4 CPU
133 MHz/8 CPU
400 MHz/32 CPU
133 MHz/2 CPU
?
CPU (IA-64)/jumlah maksimum
Tidak didukung
733 MHz/8 CPU
733 MHz/64 CPU
Tidak didukung
?
CPU (x64)
?
?
?
?
?
RAM minimum
/rekomendasi
/maksimum
128 MB/256 MB/4 GB (x86);
? (x64)
128 MB/256 MB/32 GB (x86);
? (x64);
? (IA-64)
512 MB/1024 MB/64 GB (x86);
512 GB (IA-64)
128 MB/256 MB/2 GB (x86);
(x64)
?
Estimasi ruangan hard disk (x86/IA-64/x64)
1,5 GB/Tidak didukung/?
1,5 GB/2 GB/?
1,5 GB/2 GB/?
1,5 GB/2 GB/?
?/?/?
Dukungan Address Windowing Extension (AWE)
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Dukungan NUMA
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Tabel berikut berisi daftar layanan antar edisi.
Fitur
Standard Edition
Enterprise Edition
Datacenter Edition
Web Edition
Small Business Edition
Active Directory (domain controller)
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Active Directory (anggota sebuah domain)
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Dukungan Microsoft Identity Integration Server 2003
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Internet Connection Firewall/Windows Firewall
Ya
Ya
ya
ya
Ya
Dukungan PKI, certificate service, smart card
Ya, separuh
Ya, penuh
Ya, penuh
Ya, separuh
Ya, separuh
Remote Desktop untuk administrasi jarak jauh
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Terminal Server
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Dukungan Terminal Server Session Directory
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Pembagian beban/load balancing
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Microsoft Cluster Service
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Dukungan Virtual Private Network (VPN)
Ya
Ya
Ya
Ya, separuh
Ya
Internet Authorization Service (IAS)
Ya
Ya
Ya
ya
Ya
Pembuatan Network Bridge
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
Ya
Internet Connection Sharing (ICS)
Ya
Ya
ya
ya
Ya
Dukungan IPv6
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Distributed File System (DFS)
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Encrypting File System (EFS)
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
NTFS Volume Shadow Copy
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Removable Storage Service/Remote Storage
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
Ya
Dukungan Fax service
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
Ya
Services for Macintosh
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
?
IntelliMirror
Ya
Ya
Ya
Ya, separuh
Ya
Group Policy
Ya
Ya
Ya
Ya, separuh
Ya
Windows Management Instrumentation (WMI)
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Instalasi sistem operasi dari jarak jauh
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Remote Installation Services (RIS)
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
?
Windows System Resource Manager (WSRM)
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
?
.NET Framework
Ya, versi 1.1
Ya, versi 1.1
Ya, versi 1.1
Ya, versi 1.1
Ya, versi 1.1
ASP.NET 1.1/2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Internet Information Services (IIS)
Ya, versi 6.0
Ya, versi 6.0
Ya, versi 6.0
Ya, versi 6.0
Ya, versi 6.0
Enterprise UDDI Services
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
?
Windows Media Services (WMS)
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
?
Versi
Sejak Windows Server 2003 diluncurkan, Microsoft merilis beberapa versi, yakni sebagai berikut:
Windows Server 2003 RTM (Release to Manufacture), tanpa Service Pack
Windows Server 2003 Service Pack 1
Windows Server 2003 R2
Windows Server 2003 Service Pack 2 (dirilis tanggal 13 Maret 2007)
Sejarah Pengembangan
Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan pada akhir tahun 2000. Tujuan dari hal ini adalah Microsoft hendak membuat platform .NET, dengan menyediakan infrastruktur jaringan yang terbentuk dari Windows Server dan Windows Workstation. Proyek itu dinilai sangat ambisius, karena Microsoft berniat mengembangkan dua sistem operasi secara sekaligus (Whistler Server dan Whistler Workstation). Akhirnya, beberapa kali sistem operasi ini ditunda peluncurannya, karena jadwal pengembangan yang ketat, dan hanya sistem operasi Whistler Workstation saja yang dirilis setahun berikutnya dengan nama produk Windows XP, yang ditujukan untuk kalangan konsumer rumahan dan korporat.
Edisi
Windows Server 2003 terdiri atas beberapa produk yang berbeda, yakni sebagai berikut:
Windows Server 2003 Standard Edition
Windows Server 2003 Enterprise Edition
Windows Server 2003 Datacenter Edition
Windows Server 2003 Web Edition
Windows Small Business Server 2003
Windows Storage Server 2003
1. Standard Edition
Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebuah versi Windows Server 2003 yang benar-benar "dasar", dengan fitur-fitur yang umumnya dibutuhkan oleh sebuah server untuk melayani klien-kliennya di jaringan. Edisi ini diterbitkan untuk menggantikan Windows 2000 Server dan Windows NT 4.0 Server yang telah lama malang melintang.
Fitur yang diusung oleh Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebagai berikut:
Fitur standar sebuah server: file service, print service, atau application server yang dapat diinstalasi (seperti Microsoft Exchange Server, SQL Server, atau aplikasi lainnya).
Domain Controller server.
PKI (public key infrastructure) server.
Domain Name System (DNS).
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
Windows Internet Name Service (WINS).
Windows Terminal Services, meski kurang ideal untuk diimplementasikan dalam jaringan skala besar akibat adanya limitasi prosesor dan memori.
Mendukung pembagian beban jaringan, meski tidak dapat digunakan sebagai sebuah cluster.
Dengan fitur-fitur di atas, Windows Server 2003 Standard Edition jelas ditujukan sebagai fondasi bagi platform jaringan berbasis Windows untuk lingkungan jaringan skala menengah ke bawah, atau sebagai server yang ditujukan untuk mendukung server lainnya dalam jaringan yang lebih besar. Windows Server 2003 Standard Edition mendukung hingga empat buah prosesor fisik (prosesor logis dalam Intel HyperThreading akan dianggap sebagai satu prosesor fisik) dan mendukung RAM hingga 4 Gigabyte, serta dapat mengalamati 4 Terabyte hard disk.
2. Enterprise Edition
Windows Server 2003 Enterprise Edition adalah sebuah versi Windows Server yang memiliku semua fitur yang ditawarkan oleh Windows Server 2003 Standard Edition, ditambah dengan fitur-fitur yang meningkatakan keandalan dan skalabilitas layanan-layanannya. Windows Server 2003 Enterprise Edition ditujukan untuk menggantikan Windows 2000 Advanced Server dan Windows NT 4.0 Enterprise Server yang telah lama beredar. Windows Server 2003 Enterprise Edition menggandakan dukungan prosesor jika dibandingkan dengan Windows Server 2003 Standard Edition, dari 4 hingga 8 prosesor sekaligus. Selain itu, Enterprise Edition juga mendukung prosesor 64-bit, seperti IA-64 dan x64.
Enterprise Edition memiliki fitur-fitur berikut:
Address Windowing Extension (AWE), yang mengizinkan sistem operasi agar mereservasikan hanya 1 GB dari memori fisik untuk digunakan oleh Windows, sehingga mengizinkan aplikasi menggunakan sisa 3 GB memori yang ada (dalam sistem x86, yang hanya mendukung 4 GB memori).
Hot-Memory, yang mengizinkan penambahan memori ketika sistem sedang berjalan (meski hanya sistem-sistem tertentu yang mendukungnya)
Non-uniform memory access (NUMA), yang mengizinkan Windows untuk mengakses bus-bus memori berbeda sebagai sebuah unit memori yang sama, sehingga mengizinkan delapan buah prosesor x86 yang hanya mendukung 4 GB mendukung hingga 32 GB memori (4 GB untuk tiap prosesornya).
Teknologi Clustering, yang mengizinkan banyak server (hingga empat buah node) terlihat sebagai sebuah server oleh klien untuk kinerja atau keandalan.
Terminal Server Session Directory, yang mengizinkan klien untuk melakukan koneksi ulang ke sebuah sistem terminal services yang didukung oleh server yang menjalankan terminal services. Sebagai contoh, dalam sebuah lingkungan dengan delapan server yang menjalankan terminal services, jika salah satu server mengalami kegagalan, klien akan secara otomatis membuat koneksi kembali ke sisa server (7) yang lainnya (yang masih berjalan dan memiliki slot klien).
3. Datacenter Edition
Windows Server 2003 Datacenter Edition adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang berbeda dari dua versi lainnya yang telah disebutkan. Edisi ini tidak dapat diperoleh secara ritel, dan harus didapatkan sebagai bagian dari kombinasi antara perangkat keras server dari sebuah vendor, semacam Hewlett-Packard atau Dell. Alasan mengapa hal ini diberlakukan adalah untuk menjaga agar sistem dapat berjalan dengan sempurna (dengan hardware yang telah ditentukan oleh manufaktur serta driver yang telah disertifikasi dapat menjadikan sistem jauh lebih stabil). Umumnya, sebelum dijual kepada konsumen, manufaktur akan melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap server yang bersangkutan. Tujuannya agar uptime sistem yang bersangkutan bertahan 99,999%, sehingga dalam satu tahun hanya 9 jam saja mengalami downtime.
Program-program yang disertakan dalam Windows Server 2003 Datacenter Edition berfokus pada keandalan sistem operasi. Microsoft membuat beberapa persyaratan bagi OEM yang hendak menggunakan edisi dari Windows Server 2003 ini, yakni sebagai berikut:
Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan (kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan komponen vital lainnya.
Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja, driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan waktu lebih dari satu bulan
Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.
Edisi ini mendukung hingga 32 buah prosesor (32-way SMP) dan memori hingga 64 GB pada sistem x86 serta mendukung mesin yang dikonfigurasikan secara 128-way dengan partisi yang bersifat individual. Dalam sistem IA-64, edisi ini mendukung hingga 64 buah prosesor dan memori hingga 512 Gigabyte. Selain itu, edisi ini mendukung clustering hingga delapan buah node serta pembagian beban jaringan sebagai fitur standar, serta memiliki Windows System Resource Manager yang mampu melakukan konsolidasi dan manajemen sistem.
4. Web Edition
Windows Server 2003 Web Edition adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan khusus sebagai web server, yang menaungi beberapa aplikasi web, halaman web, dan layanan web berbasis XML. Windows Server 2003 Web Edition didesain sedemikian rupa, dengan menggunakan Internet Information Services (IIS) 6.0 sebagai infrastukturnya dan menggunakan teknologi ASP.NET untuk menangani layanan web berbasis XML dan aplikasi web lainnya.
Web server modern saat ini umumnya tidaklah dibuat dari satu mesin dengan banyak prosesor atau jumlah memori yang besar. Tetapi, umumnya dibentuk dari beberapa komputer dengan 1 CPU atau 2 CPU dengan RAM yang mencukupi. Dalam kasus ini, jika sebuah organisasi hendak menggunakan Windows Server 2003 Standard Edition, maka akan terlalu mahal (dalam beberapa kasus, justru sistem operasi yang lebih mahal daripada perangkat keras), sehingga beberapa organisasi pun berpaling ke solusi open-source semacam Linux atau Apache (yang dapat berjalan di atas Windows atau Linux) daripada menggunakan IIS yang hanya disediakan oleh Windows Server yang mahal. Sebagai respons dari kasus ini, Microsoft pun merilis Windows Server 2003 Web Edition. Untuk menekan harga, tentu saja ada yang dikorbankan: Windows Server 2003 Web Edition banyak memiliki layanan yang dibuang, termasuk di atanranya Routing and Remote Access, Terminal Services, Remote Installation Service (RIS), Service for Macintosh, dan penaungan terhadap Active Directory (tidak dapat dikonfigurasikan sebagai sebuah domain controller, meski dapat dikoneksikan ke sebuah domain Active Directory).
5. Windows Small Business Server 2003
Windows Small Business Server 2003, atau sering disebut sebagai Windows SBS, adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan untuk pasar jaringan kecil. Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan beberapa edisi lainnya, meski banyak yang dikorbankan, dalam teknologi jaringan yang didukung, jenis lisensi, perangkat pengembangan, dan redundansi aplikasi. Sebuah Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung hingga 75 pengguna saja.
Windows SBS didesain sedemikian rupa dengan fitur-fitur yang Microsoft anggap dibutuhkan oleh jaringan skala kecil, yang akan diimplementasikan pada server pertama mereka. Instalasi default-nya, Windows SBS akan menginstalasikan Active Directory, sebuah situs SharePoint Portal, dan Exchange Server. Selain itu, edisi ini juga menawarkan konfigurasi yang lebih mudah dalam mengatur firewall DHCP dasar dan router NAT dengan menggunakan dua buah kartu jaringan. Antarmuka manajemen sistem jaringan yang digunakannya lebih mudah digunakan dibandingkan edisi Windows Server lainnya bahkan oleh administrator yang baru sekalipun.
SBS juga dirilis dalam versi lainnya, yang disebut sebagau Windows Small Business Server 2003 Premium Edition yang mencakup semua fitur dalam Windows Small Business Server 2003 Standard Edition ditambah SQL Server 2000 dan ISA Server 2000.
Windows Small Business Server 2003 memiliki beberapa keterbatasan, yakni sebagai berikut:
Hanya boleh ada satu komputer dalam sebuah domain yang dapat menjalankan Windows Small Business Server 2003.
Windows Small Business Server 2003 harus berada di akar sebuah hutan Active Directory.
Windows Small Business Server 2003 tidak dapat menerima trust dari domain lainnya.
Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung 75 pengguna.
Windows Small Business Server 2003 tidak mendukung domain anak.
Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung terminal services dalam modus remote administration.
Setiap server tambahan harus memiliki Windows Small Business Server 2003 Client Access License (CAL), yang dapat dikonfigurasikan untuk setiap pengguna atau setiap perangkat.
6. Storage Server
Windows Storage Server 2003 adalah sebuah edisi Windows Server 2003 yang didedikasikan untuk layanan berbagi berkas dan berbagi alat pencetak. Sama seperti halnya Windows Server 2003 Datacenter Edition, edisi ini juga tidak dapat diperoleh secara ritel. Umumnya, edisi ini dapat diperoleh melalui OEM dalam perangkat Network Attached Storage (NAS). Perbedaan dari sistem Windows Server lainnya yang menyediakan layanan berbagi berkas dan alat pencetak adalah bahwa Storage Server 2003 tidak membutuhkan Client Access License (CAL).
Perbandingan antar edisi
Tabel di bawah ini berisi beberapa perangkat keras yang dibutuhkan oleh Windows Server 2003.
Kebutuhan
Standard Edition
Enterprise Edition
Datacenter Edition
Web Edition
Small Business Server
CPU (x86)/jumlah maksimum
133 MHz/4 CPU
133 MHz/8 CPU
400 MHz/32 CPU
133 MHz/2 CPU
?
CPU (IA-64)/jumlah maksimum
Tidak didukung
733 MHz/8 CPU
733 MHz/64 CPU
Tidak didukung
?
CPU (x64)
?
?
?
?
?
RAM minimum
/rekomendasi
/maksimum
128 MB/256 MB/4 GB (x86);
? (x64)
128 MB/256 MB/32 GB (x86);
? (x64);
? (IA-64)
512 MB/1024 MB/64 GB (x86);
512 GB (IA-64)
128 MB/256 MB/2 GB (x86);
(x64)
?
Estimasi ruangan hard disk (x86/IA-64/x64)
1,5 GB/Tidak didukung/?
1,5 GB/2 GB/?
1,5 GB/2 GB/?
1,5 GB/2 GB/?
?/?/?
Dukungan Address Windowing Extension (AWE)
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Dukungan NUMA
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Tabel berikut berisi daftar layanan antar edisi.
Fitur
Standard Edition
Enterprise Edition
Datacenter Edition
Web Edition
Small Business Edition
Active Directory (domain controller)
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Active Directory (anggota sebuah domain)
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Dukungan Microsoft Identity Integration Server 2003
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Internet Connection Firewall/Windows Firewall
Ya
Ya
ya
ya
Ya
Dukungan PKI, certificate service, smart card
Ya, separuh
Ya, penuh
Ya, penuh
Ya, separuh
Ya, separuh
Remote Desktop untuk administrasi jarak jauh
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Terminal Server
Ya
Ya
Ya
Tidak
Ya
Dukungan Terminal Server Session Directory
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Pembagian beban/load balancing
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Microsoft Cluster Service
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
Tidak ada
Dukungan Virtual Private Network (VPN)
Ya
Ya
Ya
Ya, separuh
Ya
Internet Authorization Service (IAS)
Ya
Ya
Ya
ya
Ya
Pembuatan Network Bridge
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
Ya
Internet Connection Sharing (ICS)
Ya
Ya
ya
ya
Ya
Dukungan IPv6
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Distributed File System (DFS)
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Encrypting File System (EFS)
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
NTFS Volume Shadow Copy
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Removable Storage Service/Remote Storage
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
Ya
Dukungan Fax service
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
Ya
Services for Macintosh
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
?
IntelliMirror
Ya
Ya
Ya
Ya, separuh
Ya
Group Policy
Ya
Ya
Ya
Ya, separuh
Ya
Windows Management Instrumentation (WMI)
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Instalasi sistem operasi dari jarak jauh
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Remote Installation Services (RIS)
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
?
Windows System Resource Manager (WSRM)
Tidak ada
Ya
Ya
Tidak ada
?
.NET Framework
Ya, versi 1.1
Ya, versi 1.1
Ya, versi 1.1
Ya, versi 1.1
Ya, versi 1.1
ASP.NET 1.1/2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Internet Information Services (IIS)
Ya, versi 6.0
Ya, versi 6.0
Ya, versi 6.0
Ya, versi 6.0
Ya, versi 6.0
Enterprise UDDI Services
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
?
Windows Media Services (WMS)
Ya
Ya
Ya
Tidak ada
?
Versi
Sejak Windows Server 2003 diluncurkan, Microsoft merilis beberapa versi, yakni sebagai berikut:
Windows Server 2003 RTM (Release to Manufacture), tanpa Service Pack
Windows Server 2003 Service Pack 1
Windows Server 2003 R2
Windows Server 2003 Service Pack 2 (dirilis tanggal 13 Maret 2007)
Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas Jaringan Pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul
Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas Jaringan Pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul
Uraian Materi
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan luas/wireless merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator jaringan/teknisi pekerjaan ini memiliki ketelitian dan kesabaran yang tinggi agar didapat hasil yang baik.
Komputer yang terhubung jaringan luas seringkali mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware/software. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna frekuensi/gelombang 2,4 MHz, gejala alam dan komputer yang terhubung dalam sistem jaringan berbasis luas(wireless)/WAN.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
1.Tegangan listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan gangguan apabila tegangan yang dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik naik dan turun/mati mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik.tidak stabil, dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak. Perangkat wireless yang kita gunakan sering mati mendadak karena sumber listrik mati dapat menyebabkan perangkat wireless yang kita gunakan akan cepat rusak. Sehingga akan mempengaruhi jaringan apabila terjadi kerusakan pada wireless/radio workstation maupun di router server.
2.Mati atau tidak berfungsinya komponen pada perangkat wireless
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung perangkat wireless disebabkan oleh gangguan petir (gangguan alam), terjadi dikarenakan faktor alam dan petir disaat cuaca hujan dan angin kencang yang menyebabkan perangkat akan terbakar juga pemakaian yang terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.
3.Perangkat software
Gangguan juga dapat terjadi dari software yang ada di server/pc client, gangguan ini bisa disebabkan oleh tidak berjalannya aplikasi di wireless, konflik IP (internet protokol), tidak jalannya proses proxy server pada server dan masih banyak lagi jenisgangguan software lainnya. Solusinya adalah Admin harus menguasai standar client dan server.
Uraian Materi
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan luas/wireless merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator jaringan/teknisi pekerjaan ini memiliki ketelitian dan kesabaran yang tinggi agar didapat hasil yang baik.
Komputer yang terhubung jaringan luas seringkali mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware/software. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna frekuensi/gelombang 2,4 MHz, gejala alam dan komputer yang terhubung dalam sistem jaringan berbasis luas(wireless)/WAN.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
1.Tegangan listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan gangguan apabila tegangan yang dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik naik dan turun/mati mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik.tidak stabil, dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak. Perangkat wireless yang kita gunakan sering mati mendadak karena sumber listrik mati dapat menyebabkan perangkat wireless yang kita gunakan akan cepat rusak. Sehingga akan mempengaruhi jaringan apabila terjadi kerusakan pada wireless/radio workstation maupun di router server.
2.Mati atau tidak berfungsinya komponen pada perangkat wireless
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung perangkat wireless disebabkan oleh gangguan petir (gangguan alam), terjadi dikarenakan faktor alam dan petir disaat cuaca hujan dan angin kencang yang menyebabkan perangkat akan terbakar juga pemakaian yang terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.
3.Perangkat software
Gangguan juga dapat terjadi dari software yang ada di server/pc client, gangguan ini bisa disebabkan oleh tidak berjalannya aplikasi di wireless, konflik IP (internet protokol), tidak jalannya proses proxy server pada server dan masih banyak lagi jenisgangguan software lainnya. Solusinya adalah Admin harus menguasai standar client dan server.
TeamViewer
Remote komputer menggunakan Teamviewer


TeamViewer adalah suatu program yang cukup sederhana dan sangat mudah digunakan untuk beberapa keperluan terutama melakukan akses PC secara remote melalui internet.
TeamViewer saat ini sudah mencapai versi 5, merupakan aplikasi yang sangat cocok digunakan untuk mengakses PC lain melalui internet, keunggulan utamannya adalah Gratis siapa juga yang ga seneng denger kata-kata gratis.
Fitur utama TeamViewer adalah:
1. Remote Support
2. Presentation
3. File Transfer
4. VPN
Remote Support (akses PC Klien melalui jalur internet), fitur/manfaat teamviewer yang satu ini sangat membantu jika kita perlu mengakses PC yang jauh dari posisi kita sekarang, karena cukup terkoneksi internet dan mengetahui ID serta Password PC tersebut dalam hitungan detik kita sudah bisa akses PC itu secara remote seperti kita ada di depan PC tersebut secara langsung. Selain fungsi remote desktop, manfaat lain yang sering saya gunakan adalah “File Transfer” daripada berkirim file lewat email saya lebih pilih menggunakan teamviewer, karena bisa melakukan copy file langsung ke direktori yang kita inginkan, bisanya saya lakukan jika akan update program yang saya buat untuk beberapa konsumen.
Perbedaan utama yang saya rasakan saat menggunakan program ini dengan beberapa program untuk remote desktop adalah “cepat dan stabil” walau hanya dengan koneksi GPRS, tapi masih sanggup melakukan remote ke PC lain,jika anda mempunyai koneksi internet yang cukup cepat dan stabil maka delay yang terjadi tidak akan terasa, karena seakan-akan anda berada langsung di depan PC tersebut.
Petunjuk Instalasi Program TeamViewer
1. Masuk ke http://www.teamviewer.com
2. Akan muncul layar seperti dibawah ini

3. Klik “Download Now” yang berwarna hijau, (tanda panah)

4. Akan muncul layar seperti dibawah ini, kemudian klik Save File

5. Akan muncul layar seperti dibawah ini kalau menggunakan “Browser Mozilla”

6. Atau seperti dibawah ini kalau menggunakan “Internet Explorer”

7. Klik Save, setelah itu akan muncul layar seperti dibawah ini

8. Klik Gambar Desktop, kemudian klik Save, (jangan dicentang Close dialog boxnya) apabila selesai download akan muncul gambar layar seperti dibawah ini, selanjutnya klik Run (bila ada Program Anti Virus, biasanya akan di block, selanjutnya pilih Allow ).

9. Selanjutnya akan muncul gambar layar seperti dibawah ini, Pilih Install,
kemudian klik Next

10. Selanjutnya akan tampil layar seperti dibawah ini, Pilih Personal, kemudian klik Next

11. Berikutnya akan tampil gambar seperti ini, Centang dua2 nya, kemudian klik Next

12. Pilih Normal setelah tampilan seperti dibawah ini, kemudian klik Next

13. Klik Finish setelah tampil layar seperti dibawah

14. Jalankan TeamViewer, dengan meng-double click iconnya di desktop, kemudian akan tampil layar seperti dibawah ini

15. Kirimkan ID (62 492 612) (sebagai contoh ) dan password kepada Teman yang akan me-remote komputer Anda.
16. Apabila komputer yang akan diremote juga di proteksi dengan System Operasi Windows, maka Anda harus mengirimkan username dan password untuk Windows.
17.Selamat memakai TeamViewer.
Syarat utama untuk dapat mengunakan TeamViewer adalah:
Install TeamViewer di kedua PC yang akan melakukan koneksi secara remote (versi sama)
Koneksi internet sudah tersambung
Masukan ID dan password PC yang akan diremote. ID dan Password dapat menggunakan mode dynamic maupun ditentukan sendiri, tergantung kebutuhan saya biasa menggunakan kedua duanya tergantung situasi.
Sekilas penggunaan Teamviewer:
Tampilan utama TeamViewer, jika sudah tampil (Ready to connect (secure connection)) maka anda siap melakukan koneksi ke PC lain, kemudian masukan ID PC klien jika koneksi berhasil maka akan muncul kotak "Password", isi password teamviewer PC yang akan anda remote. Jika berhasil maka akan tampil desktop PC yang diremote tersebut.
Jika anda ingin melakukan File Transfer, maka pilih "File Transfer" pada bagian pilihan yang terlihat dibawah kotak ID, kemudian klik "Connect to partner".
Contoh Teamviewer versi 4
Jika ingin menggunakan password dan ID yang tetap maka cukup tempatkan kursor mouse pada bagian kotak password, maka akan tampil seperti gambar diatas, pilih "Set user definied password" kemudian masukan password yang anda inginkan.
Teamviewer sangat membantu jika anda mengelola/membuat program karena kadang saya menggunakannya untu melakukan perbaikan bug/error program maupun mengakses database klien dan memperbaikinya secara langsung tanpa perlu datang ke lokasi.
Penggunaan program
Berikut adalah langkah-langkah penggunaan program ini.
Langkah ke: 1
Pastikan kedua komputer yang saling terhubung sudah terinstal program ini.
Langkah ke: 2
Buka program tersebut, disana akan terlihat dua bagian. Pada bagian “Wait for session” dibawahnya terdapat ID dan Password. Jika anda belum melihat nomor ID dan passwordnya, itu tandanya program sedang tes koneksi dan menentukan ID komputer anda dan juga password untuk komputer anda agar bisa diremote oleh komputer lainnya. Jika sudah tampil nomornya, maka itulah “identitas” anda. Lalu pada bagian kanannya yang bernama “Create Session“, kotak tersebut diisikan untuk koneksi ke komputer Remote. Lakukanlah hal yang sama pada komputer yang lainnya. Nah, disini anda tentukan mana komputer yang digunakan sebagai remote dan mana yang difungsikan sebagai remoter. Remoter maksudnya komputer yang digunakan untuk mengendalikan komputer remote.
Langkah ke: 3
Sekarang masukkan ID komputer remote pada bagian “Create Session“. Saya mengamsusikan anda telah mengetahui ID dan Password dari komputer remote anda. Lalu pada bagian bawah, tentukan tentukan 4 opsi yang ada. Apakah Remote support, Presentation, File transfer, atau VPN. Lalu klik tombol Connect to Partner.
Langkah ke: 4
Masukkan password komputer remote kita.
Langkah ke: 5
Anda siap untuk menggunakannya. Monggo silakeun.
Fitur-fitur
Program ini memiliki 4 fitur utama yang bisa kita manfaatkan untuk keperluan remote komputer. Berikut penjelasannya.
1. Remote support
Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk menggunakan komputer yang dituju secara remote. Ini bisa dimanfaatkan untuk penggunaan komputer secara jarak jauh. Entah itu untuk mengedit Video kita, membaca dokumen, membuat dokumen, browsing, chatting, dan segala yang bisa kita lakukan saat kita menggunakan komputer. Namun bedanya kita tidak berada didepan komputer tersebut.
2. Presentation
Fitur ini bisa dimanfaatkan untuk presentasi jarak jauh. Apa-apa yang kita lakukan pada komputer kita, maka orang yang terhubung dengan kita bisa melihat apa yang kita lakukan.
3. File transfer
Anda pernah mencoba menggunakan program FTP? Kira-kira seperti itulah kegunaan fitur ini. Kita bisa mencopy dari komputer kita ke komputer remote kita ataupun sebaliknya. Bedanya dengan FTP, fitur ini mengakses komputer yang ada nun jauh disana, sedangkan FTP umumnya mengakses server untuk keperluan hosting.
4. VPN
Sesuai namanya, VPN (Virtual Private Network) yaitu suatu istilah yang ada dalam dunia jaringan komputer yang merupakan jalur pribadi yang saling terhubung antar komputer. Namun walau bernama jalur pribadi, tetapi tetap menggunakan media jaringan komputer yang umum seperti Internet.
Tight VNC! Aplikasi remote desktop yang handal dan gratis


TightVNC adalah aplikasi remote control yang sering kita dengar dengan sebutan VNC. Dengan aplikasi ini Anda bisa melihat dan mengendalikan desktop pc tetangga dengan mouse dan keyboad local.
TightVNC mempunyai lisensi dari GPL Licensed dan Anda bisa mendapatkan source code nya secara gratis!, Bisa diguakan untuk tujuan administrasi pc, sarana belajar dan masih banyak lagi. TightVNC tersedia untuk pengguna Windows, Unix/Linux, Java.

TightVNC mempunyai lisensi dari GPL Licensed dan Anda bisa mendapatkan source code nya secara gratis!, Bisa diguakan untuk tujuan administrasi pc, sarana belajar dan masih banyak lagi. TightVNC tersedia untuk pengguna Windows, Unix/Linux, Java. Akhirnya versi baru untuk tightvnc yang stabil telah keluar . Tidak salah memang mengkoleksi software yang aneh-aneh. Ternyata berguna juga. Pengalaman bekerja dengan komputer yang jauh dari mata kita.
Untuk mengendalikan komputer jarak jauh (remote) dulu menggunakan real-vnc. Dulunya sih masih gratis. Mudah dalam pengoprasianya. Kalo multiplatform mah jelas gak usah dipertanyakan lagi. Lumayan ringan. Namun lama-kelamaan kok harus bayar alias gak geratis. Jadi bertahan dengan versi yang paling awal. Maklum harus bayar untuk dapat versi yang bari.
Akhirnya ada deh niat untuk mencari program lainya yang masih gratis. Dan ternyata pencarianku membuahkan hasil, setelah coba yang ini dan yang itu, banding sini dan banding situ, dapat deh program yang lumayan bagus dan yang pasti gratis. Tight Vnc akhirnya ku berpaling. Walau gratis fasilitas layanan lebih kumplit dibanding program yang lama.
Pengaturan lebih mudah, ada pembedan antara user dan admin, memiliki fasilitas file transfer. Layaknya server FTP, file atau folder tidak perlu disharing untuk mengirim atau menerima file. Dan banyak fasilitas lainya. Untuk versi terakhir bisa dilihat di web site-nya.
Mengendalikan remote komputer (TightVNC) dari web
Menindak lanjuti tulisanku terdahuu “Tight VNC! Aplikasi remote desktop yang handal dan gratis“. Untuk kelanjutanya ini akan saya ulas salah satu kemapuan lebih dari TightVNC yaitu web interface.
Dengan fasilitas ini kita tak perlu menginstal program viewer TightVNC. Untuk melihat dan mengontrolnya kita hanya memerlukan browser yang mendukung java. Dimanapun asal terhubung dan terdapat browser web kita bisa mengakses dan mengendalikan server TightVNC.
Tak hanya dari lokal saja kalu kita sudak memiliki IP yang bisa diakses dari luar, kita bisa mengendalikanya dari luar juga. Untuk Setting keperluan ini tak terlalu sulit.

Untuk langkah awalnya kita tinggal mengeset port mana yang akan kita gunakan untuk layanan HTTP (web). Biasanya port 80 atau 8080, atau yang lainya asal nanti saat mengakses kita sesuaikan di alamatnya. Untuk lebih umumnya kita bisa menggunakan 80 untuk mempersimpel dalam penulisan alamat.

Setingan yang lainya yaitu masuk ke tab administration dan kita yakinkan Enable built-in HTTP Server tercentang (terpilih). Setelah itu kita bisa mengaksesnya langsung ke komputer tersebut dengan mengetik alamat ip komputer tersebut pada UR contoh http://172.20.113.240/ bilamana port yang digunakan adalah 80.

Sedangkan untuk hak aksesnya bisa kita buat dengan dua tingkat. Yaitu hak penuh untuk kontrol dengan primary password dan hak hanya melihat saja dengan read only password.
Remote Desktop Manager 5.7.1.0
Remote Desktop Manager merupakan sebuah aplikasi gratis yang dapat digunakan untuk mengelola semua koneksi jarak jauh dan mesin virtual dengan kemampuan untuk menambah, mengedit, menghapus, mengatur dan membagi koneksi remote Kita dengan cepat. Remote Desktop Manager kompatibel dengan beberapa alat-alat lain untuk menyediakan akses bebas masalah dan juga manajemen.
Remote Desktop Manager tersedia dalam dua edisi, edisi gratis untuk perusahaan kecil atau individu sementara edisi enterprise bekerja dengan banyak fitur yang tak terkalahkan.
Remote Desktop Manager 5.7.1.0 kompatibel dengan:
* Microsoft Remote Desktop (RDP)
* Microsoft Remote Assistance
* Terminal Services
* VNC (UltraVNC, TightVNC, RealVNC dan tertanam)
* LogMeIn, Team Viewer
* FTP (Explorer, Filezilla dan WinSCP)
* VMware Player, VMware Workstation, VMware ESXi dan VMware vSphere
* SSH, Telnet, Dameware, X Window, Virtual PC, PC Anywhere dan Hyper-V
* Citrix, Radmin, Microsoft Remote Assistance, Sun Virtual Box dan masih banyak lagi
Remote Desktop Manager 5.7.10 mendukung berbagai addons seperti Java Web Start, MySQL Tools, OpenVPN, Secure CRT, Shrew Soft VPN Client, SonicWall NetExtender, Sql Server Management Studio dan NX Client. Tidak diragukan lagi salah satu freeware terbaik untuk rumah atau perusahaan sebagai pengelola beberapa sistem yang terhubung dari jarak jauh.
Namun, Kita perlu memiliki Microsoft. NET 2.0 atau versi di atasnya untuk menjalankan aplikasi remote control ini dengan lancar.


TeamViewer adalah suatu program yang cukup sederhana dan sangat mudah digunakan untuk beberapa keperluan terutama melakukan akses PC secara remote melalui internet.
TeamViewer saat ini sudah mencapai versi 5, merupakan aplikasi yang sangat cocok digunakan untuk mengakses PC lain melalui internet, keunggulan utamannya adalah Gratis siapa juga yang ga seneng denger kata-kata gratis.
Fitur utama TeamViewer adalah:
1. Remote Support
2. Presentation
3. File Transfer
4. VPN
Remote Support (akses PC Klien melalui jalur internet), fitur/manfaat teamviewer yang satu ini sangat membantu jika kita perlu mengakses PC yang jauh dari posisi kita sekarang, karena cukup terkoneksi internet dan mengetahui ID serta Password PC tersebut dalam hitungan detik kita sudah bisa akses PC itu secara remote seperti kita ada di depan PC tersebut secara langsung. Selain fungsi remote desktop, manfaat lain yang sering saya gunakan adalah “File Transfer” daripada berkirim file lewat email saya lebih pilih menggunakan teamviewer, karena bisa melakukan copy file langsung ke direktori yang kita inginkan, bisanya saya lakukan jika akan update program yang saya buat untuk beberapa konsumen.
Perbedaan utama yang saya rasakan saat menggunakan program ini dengan beberapa program untuk remote desktop adalah “cepat dan stabil” walau hanya dengan koneksi GPRS, tapi masih sanggup melakukan remote ke PC lain,jika anda mempunyai koneksi internet yang cukup cepat dan stabil maka delay yang terjadi tidak akan terasa, karena seakan-akan anda berada langsung di depan PC tersebut.
Petunjuk Instalasi Program TeamViewer
1. Masuk ke http://www.teamviewer.com
2. Akan muncul layar seperti dibawah ini

3. Klik “Download Now” yang berwarna hijau, (tanda panah)

4. Akan muncul layar seperti dibawah ini, kemudian klik Save File

5. Akan muncul layar seperti dibawah ini kalau menggunakan “Browser Mozilla”

6. Atau seperti dibawah ini kalau menggunakan “Internet Explorer”

7. Klik Save, setelah itu akan muncul layar seperti dibawah ini

8. Klik Gambar Desktop, kemudian klik Save, (jangan dicentang Close dialog boxnya) apabila selesai download akan muncul gambar layar seperti dibawah ini, selanjutnya klik Run (bila ada Program Anti Virus, biasanya akan di block, selanjutnya pilih Allow ).

9. Selanjutnya akan muncul gambar layar seperti dibawah ini, Pilih Install,
kemudian klik Next

10. Selanjutnya akan tampil layar seperti dibawah ini, Pilih Personal, kemudian klik Next

11. Berikutnya akan tampil gambar seperti ini, Centang dua2 nya, kemudian klik Next

12. Pilih Normal setelah tampilan seperti dibawah ini, kemudian klik Next

13. Klik Finish setelah tampil layar seperti dibawah

14. Jalankan TeamViewer, dengan meng-double click iconnya di desktop, kemudian akan tampil layar seperti dibawah ini

15. Kirimkan ID (62 492 612) (sebagai contoh ) dan password kepada Teman yang akan me-remote komputer Anda.
16. Apabila komputer yang akan diremote juga di proteksi dengan System Operasi Windows, maka Anda harus mengirimkan username dan password untuk Windows.
17.Selamat memakai TeamViewer.
Syarat utama untuk dapat mengunakan TeamViewer adalah:
Install TeamViewer di kedua PC yang akan melakukan koneksi secara remote (versi sama)
Koneksi internet sudah tersambung
Masukan ID dan password PC yang akan diremote. ID dan Password dapat menggunakan mode dynamic maupun ditentukan sendiri, tergantung kebutuhan saya biasa menggunakan kedua duanya tergantung situasi.
Sekilas penggunaan Teamviewer:
Tampilan utama TeamViewer, jika sudah tampil (Ready to connect (secure connection)) maka anda siap melakukan koneksi ke PC lain, kemudian masukan ID PC klien jika koneksi berhasil maka akan muncul kotak "Password", isi password teamviewer PC yang akan anda remote. Jika berhasil maka akan tampil desktop PC yang diremote tersebut.
Jika anda ingin melakukan File Transfer, maka pilih "File Transfer" pada bagian pilihan yang terlihat dibawah kotak ID, kemudian klik "Connect to partner".
Contoh Teamviewer versi 4
Jika ingin menggunakan password dan ID yang tetap maka cukup tempatkan kursor mouse pada bagian kotak password, maka akan tampil seperti gambar diatas, pilih "Set user definied password" kemudian masukan password yang anda inginkan.
Teamviewer sangat membantu jika anda mengelola/membuat program karena kadang saya menggunakannya untu melakukan perbaikan bug/error program maupun mengakses database klien dan memperbaikinya secara langsung tanpa perlu datang ke lokasi.
Penggunaan program
Berikut adalah langkah-langkah penggunaan program ini.
Langkah ke: 1
Pastikan kedua komputer yang saling terhubung sudah terinstal program ini.
Langkah ke: 2
Buka program tersebut, disana akan terlihat dua bagian. Pada bagian “Wait for session” dibawahnya terdapat ID dan Password. Jika anda belum melihat nomor ID dan passwordnya, itu tandanya program sedang tes koneksi dan menentukan ID komputer anda dan juga password untuk komputer anda agar bisa diremote oleh komputer lainnya. Jika sudah tampil nomornya, maka itulah “identitas” anda. Lalu pada bagian kanannya yang bernama “Create Session“, kotak tersebut diisikan untuk koneksi ke komputer Remote. Lakukanlah hal yang sama pada komputer yang lainnya. Nah, disini anda tentukan mana komputer yang digunakan sebagai remote dan mana yang difungsikan sebagai remoter. Remoter maksudnya komputer yang digunakan untuk mengendalikan komputer remote.
Langkah ke: 3
Sekarang masukkan ID komputer remote pada bagian “Create Session“. Saya mengamsusikan anda telah mengetahui ID dan Password dari komputer remote anda. Lalu pada bagian bawah, tentukan tentukan 4 opsi yang ada. Apakah Remote support, Presentation, File transfer, atau VPN. Lalu klik tombol Connect to Partner.
Langkah ke: 4
Masukkan password komputer remote kita.
Langkah ke: 5
Anda siap untuk menggunakannya. Monggo silakeun.
Fitur-fitur
Program ini memiliki 4 fitur utama yang bisa kita manfaatkan untuk keperluan remote komputer. Berikut penjelasannya.
1. Remote support
Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk menggunakan komputer yang dituju secara remote. Ini bisa dimanfaatkan untuk penggunaan komputer secara jarak jauh. Entah itu untuk mengedit Video kita, membaca dokumen, membuat dokumen, browsing, chatting, dan segala yang bisa kita lakukan saat kita menggunakan komputer. Namun bedanya kita tidak berada didepan komputer tersebut.
2. Presentation
Fitur ini bisa dimanfaatkan untuk presentasi jarak jauh. Apa-apa yang kita lakukan pada komputer kita, maka orang yang terhubung dengan kita bisa melihat apa yang kita lakukan.
3. File transfer
Anda pernah mencoba menggunakan program FTP? Kira-kira seperti itulah kegunaan fitur ini. Kita bisa mencopy dari komputer kita ke komputer remote kita ataupun sebaliknya. Bedanya dengan FTP, fitur ini mengakses komputer yang ada nun jauh disana, sedangkan FTP umumnya mengakses server untuk keperluan hosting.
4. VPN
Sesuai namanya, VPN (Virtual Private Network) yaitu suatu istilah yang ada dalam dunia jaringan komputer yang merupakan jalur pribadi yang saling terhubung antar komputer. Namun walau bernama jalur pribadi, tetapi tetap menggunakan media jaringan komputer yang umum seperti Internet.
Tight VNC! Aplikasi remote desktop yang handal dan gratis


TightVNC adalah aplikasi remote control yang sering kita dengar dengan sebutan VNC. Dengan aplikasi ini Anda bisa melihat dan mengendalikan desktop pc tetangga dengan mouse dan keyboad local.
TightVNC mempunyai lisensi dari GPL Licensed dan Anda bisa mendapatkan source code nya secara gratis!, Bisa diguakan untuk tujuan administrasi pc, sarana belajar dan masih banyak lagi. TightVNC tersedia untuk pengguna Windows, Unix/Linux, Java.

TightVNC mempunyai lisensi dari GPL Licensed dan Anda bisa mendapatkan source code nya secara gratis!, Bisa diguakan untuk tujuan administrasi pc, sarana belajar dan masih banyak lagi. TightVNC tersedia untuk pengguna Windows, Unix/Linux, Java. Akhirnya versi baru untuk tightvnc yang stabil telah keluar . Tidak salah memang mengkoleksi software yang aneh-aneh. Ternyata berguna juga. Pengalaman bekerja dengan komputer yang jauh dari mata kita.
Untuk mengendalikan komputer jarak jauh (remote) dulu menggunakan real-vnc. Dulunya sih masih gratis. Mudah dalam pengoprasianya. Kalo multiplatform mah jelas gak usah dipertanyakan lagi. Lumayan ringan. Namun lama-kelamaan kok harus bayar alias gak geratis. Jadi bertahan dengan versi yang paling awal. Maklum harus bayar untuk dapat versi yang bari.
Akhirnya ada deh niat untuk mencari program lainya yang masih gratis. Dan ternyata pencarianku membuahkan hasil, setelah coba yang ini dan yang itu, banding sini dan banding situ, dapat deh program yang lumayan bagus dan yang pasti gratis. Tight Vnc akhirnya ku berpaling. Walau gratis fasilitas layanan lebih kumplit dibanding program yang lama.
Pengaturan lebih mudah, ada pembedan antara user dan admin, memiliki fasilitas file transfer. Layaknya server FTP, file atau folder tidak perlu disharing untuk mengirim atau menerima file. Dan banyak fasilitas lainya. Untuk versi terakhir bisa dilihat di web site-nya.
Mengendalikan remote komputer (TightVNC) dari web
Menindak lanjuti tulisanku terdahuu “Tight VNC! Aplikasi remote desktop yang handal dan gratis“. Untuk kelanjutanya ini akan saya ulas salah satu kemapuan lebih dari TightVNC yaitu web interface.
Dengan fasilitas ini kita tak perlu menginstal program viewer TightVNC. Untuk melihat dan mengontrolnya kita hanya memerlukan browser yang mendukung java. Dimanapun asal terhubung dan terdapat browser web kita bisa mengakses dan mengendalikan server TightVNC.
Tak hanya dari lokal saja kalu kita sudak memiliki IP yang bisa diakses dari luar, kita bisa mengendalikanya dari luar juga. Untuk Setting keperluan ini tak terlalu sulit.

Untuk langkah awalnya kita tinggal mengeset port mana yang akan kita gunakan untuk layanan HTTP (web). Biasanya port 80 atau 8080, atau yang lainya asal nanti saat mengakses kita sesuaikan di alamatnya. Untuk lebih umumnya kita bisa menggunakan 80 untuk mempersimpel dalam penulisan alamat.

Setingan yang lainya yaitu masuk ke tab administration dan kita yakinkan Enable built-in HTTP Server tercentang (terpilih). Setelah itu kita bisa mengaksesnya langsung ke komputer tersebut dengan mengetik alamat ip komputer tersebut pada UR contoh http://172.20.113.240/ bilamana port yang digunakan adalah 80.

Sedangkan untuk hak aksesnya bisa kita buat dengan dua tingkat. Yaitu hak penuh untuk kontrol dengan primary password dan hak hanya melihat saja dengan read only password.
Remote Desktop Manager 5.7.1.0
Remote Desktop Manager merupakan sebuah aplikasi gratis yang dapat digunakan untuk mengelola semua koneksi jarak jauh dan mesin virtual dengan kemampuan untuk menambah, mengedit, menghapus, mengatur dan membagi koneksi remote Kita dengan cepat. Remote Desktop Manager kompatibel dengan beberapa alat-alat lain untuk menyediakan akses bebas masalah dan juga manajemen.
Remote Desktop Manager tersedia dalam dua edisi, edisi gratis untuk perusahaan kecil atau individu sementara edisi enterprise bekerja dengan banyak fitur yang tak terkalahkan.
Remote Desktop Manager 5.7.1.0 kompatibel dengan:
* Microsoft Remote Desktop (RDP)
* Microsoft Remote Assistance
* Terminal Services
* VNC (UltraVNC, TightVNC, RealVNC dan tertanam)
* LogMeIn, Team Viewer
* FTP (Explorer, Filezilla dan WinSCP)
* VMware Player, VMware Workstation, VMware ESXi dan VMware vSphere
* SSH, Telnet, Dameware, X Window, Virtual PC, PC Anywhere dan Hyper-V
* Citrix, Radmin, Microsoft Remote Assistance, Sun Virtual Box dan masih banyak lagi
Remote Desktop Manager 5.7.10 mendukung berbagai addons seperti Java Web Start, MySQL Tools, OpenVPN, Secure CRT, Shrew Soft VPN Client, SonicWall NetExtender, Sql Server Management Studio dan NX Client. Tidak diragukan lagi salah satu freeware terbaik untuk rumah atau perusahaan sebagai pengelola beberapa sistem yang terhubung dari jarak jauh.
Namun, Kita perlu memiliki Microsoft. NET 2.0 atau versi di atasnya untuk menjalankan aplikasi remote control ini dengan lancar.
Jaringan Infrastruktur
JARINGAN WIRELESS MODE INFRASTUKTUR
Infrastuktur merupakan topologi jaringan wireless yang konfigurasinya menggunakan alat perantara. Perantara itu adalah sebuah alat yang bernama Access Point atau sering disingkat AP. AP ini bertindak sebagai alat perantara lalu lintas data dalam jaringan. AP ini bertugas sebagai pembagi sinyal atau penghubung antar client atau antar komputer. Topologi infrastuktur sama dengan topologi server-client pada jaringan konvesional atau jaringan yang menggunakan kabel. AP juga dapat terhubung dengan jaringn konvesional dengan menggunakan kabel UTP yang konektornya RJ 45. Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan
mode infrastruktur.
Pada mode infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi
utama pada jaringan wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan
jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access
point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.

Gambar 1. Mode jaringan infrastruktur
Komponen-komponen WLAN
I.ada 4 komponen utama dalam WLAN yaitu:
1. Access point, perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinya digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan di konversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.


Gambar 2. Access point router
2. Wireless LAN interface, merupakan peralatan yang dipasang di mobile/desktop PC, peralatan yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (personal computer memory card international association) card, PCI card maupun melalui port USB (universal serial bus).

Gambar 3. Wireless adapter
3. Mobile/desktop PC, merupakan perangkat akses untuk pengguna. Mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop pc harus ditambahkan wireless adapter melalui PCI (pheripheral component interconnect) card atau USB (universal serial bus).
4. Antena eksternal (optional), digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini dapat dibual sendiri oleh user. Contohnya antena kaleng.
Langkah-langkan membuat jaringan infrastruktur
I.Tahap 1 : Konfigurasi Access Point (AP)
1. Langkah awal yang dilakukan adalah mengkonfigurasi IP Komputer yang digunakan, sesuai dengan range IP Default dari Access Point (AP) yang digunakan, dengan cara masuk ke My Network Places kemudian Properties sehingga pada LAN PC disetting menjadi :
IP addres : 192.168.1.20
Subnet Mask : 255.255.255.0
Preferred DNS server : 127.0.0.1
Atau terlihat seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4. Konfigurasi alamat IP
2. Dan untuk menguji apakah sudah terkoneksi antara PC dan AP sudah terkoneksi maka dilakukan perintah ,ping pada ip 192.168.1.245 (IP Access Point), seperti pada gambar di bawah ini. Apabila muncul reply dari 192.168.1.245 maka PC dan AP sudah berhasil terkoneksi.

Gambar 5. Perintah ping
3. Lalu membuka browser (pada AP side saya menggunakan Internet Explorer) lalu ketikkan http://192.168.2.1.

Gambar 6. Jendela form untuk mengisi username dan password
4. Klik OK maka akan muncul tampilah setting Wireless AP LinkSys WAP54G seperti yang tampak pada gambar dibawah ini. dan masukkan password admin (password default AP), seperti pada gambar di bawah ini

Gambar 7. Halaman utama konfigurasi AP
5. Lalu merubah konfigurasi default di atas dengan nilai-nilai sebagai berikut
Device Name : LabTek
Configuration Type : Static IP
IP Address : 10.10.1.2
Subnet Mask : 255.0.0.0
Default gateway : 0.0.0.0
Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 8. Pengaturan untuk jaringan lokal
6. Lalu di klik Save Settings dan akan muncul pesan seperti di bawah ini. Dan klik Continue. Maka settingan akan tersimpan.

Gambar 9. save settings
7. Karena settingan IP pada AP sudah diubah akan muncul pesan error pada Internet Explorer, yang memberitahukan bahwa halaman tidak dapat ditampilkan. Hal ini terjadi karena range IP dari AP sudah berbeda dengan range IP PC, jadi harus dilakukan perubahan lagi pada IP PC. Yaitu seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 10. Tampilan range IP AP berbeda dengan IP PC
8. Lalu dites lagi apakan AP dan PC sudah terkoneksi dengan ping ke alamat 10.10.1.2, apabila sudah terkoneksi maka akan muncul pesan Reply from 10.10.1.2 : Bytes=32 time=4ms TTL=64 seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 11. Perintah ping
9. Setelah mengubah settingan IP PC, diulang lagi masuk ke dalam settingan AP dengan mengetikkan http://10.10.1.2 pada address bar internet explorer. Masukkan lagi password (admin) dan settingan AP akan muncul seperti semula tetapi dengan IP yang berbeda yaitu 10.10.1.2.
10. Langkah selanjutnya adalah menset AP sebagai Access Point (default) agar AP berfungsi sebagai TX (pemancar). seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 12. Menset AP sebagai Access Point (default)
11. Lalu masuk pada bagian Wireless Basic Wireless Settings dan mengubah settingan menjadi seperti gambar dibawah ini :

Gambar 13. Jendela basic wireless settings
12. Setelah itu masuk ke bagian Wireless kemudian SECURITY, pilih Wireless Encryption Protocol (WEP) dan memasukkan Passphrase : Jaringan, dan mengklik Generate maka akan muncul Key 1-4. Lalu klik Save Settings.

Gambar 14. Pengaturan security
13. Langkah berikutnya untuk menjaga AP tidak diganggu oleh user yang tidak berkepentingan maka Password administrasi AP perlu diganti yaitu dengan Masuk ke bagian Administration dan AP Password, pada saat ini saya memakai teknik sebagai password pengganti. Langkah ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 15. Administrator dan AP password
14. Dan langkah terakhir dalam mengkonfigurasi Access Point adalah memastikan bahwa tidak terjadi kesalahan dan antara AP dan PC sudah terkoneksi dengan baik yaitu dengan mencoba melakukan ping pada PC dan AP.

Gambar 16. Perintah ping
15. Apabila sudah terkoneksi dengan baik maka akan terlihat Reply dari tiap-tiap PC atau AP yang terkoneksi seperti yang terlihat pada gambar di atas.
II.Tahap 2 : Bergabung ke jaringan wirelee Infrastuktur.
1.Tahap 1 : Menentukan alamat IP client
Alamat IP komputer client yang ingin bergabung ke jaringan dapat Anda berikan secara manual atau menggunakan alamat IP otomatis tang diberikan oleh AP.
1)Beralih ke komputer client dan pastika wireless adapter Anda telah terpasang dan dikenali dengan baik oleh komputer Anda.
2)Buka kembali jendela Network Connection. Pada jendela ini klik kanan daerah icon Wireless Network Connection lalu klik Properties.

Gambar 17. Network connection
3)Pastikan tab General dalam kondisi aktif kemudian klik Internet Protocol (TCP/IP) lalu pilih Properties.

Gambar 18. Jendela wireless network connection
4)Klik lingkar pilihan Obtain an IP address automatically, jika sudah klik OK.

Gambar 19. Mengatur alamat IP otomatis
5)Setelah mengklik tombol OK selanjutnya klik tab Wireless Network lalu klik tombol advanced.
6)Pada jendela Advanced yang muncul klik lingkar pilihan Any Available Network (access oint prepered). Jika sudah klik tombol Close.
2.Tahap 2 : Bergabung ke Jaringan
1) . Klik icon Wireless Network Connection di bagian kanan bawah monitor Anda kemudian klik View Available Wireless Network.

Gambar 20. Klik kanan icon wireless network connection
2) . Selanjutnya untuk melakukan koneksi ke jaringan wireless yang terdaftar tinggan klik tombol Connect.

Gambar 21. Melihat daftar jaringan wireless
3) Selanjutnya proses pengkoneksian akan dijalankan. Setelah itu Anda akan diminta untuk memasukkan key yang telah Anda tentukan sebelumnya pada Tahap II.


Gambar 22. Proses pengkoneksian dan pengisian kata kunci
Infrastuktur merupakan topologi jaringan wireless yang konfigurasinya menggunakan alat perantara. Perantara itu adalah sebuah alat yang bernama Access Point atau sering disingkat AP. AP ini bertindak sebagai alat perantara lalu lintas data dalam jaringan. AP ini bertugas sebagai pembagi sinyal atau penghubung antar client atau antar komputer. Topologi infrastuktur sama dengan topologi server-client pada jaringan konvesional atau jaringan yang menggunakan kabel. AP juga dapat terhubung dengan jaringn konvesional dengan menggunakan kabel UTP yang konektornya RJ 45. Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan
mode infrastruktur.
Pada mode infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi
utama pada jaringan wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan
jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access
point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.

Gambar 1. Mode jaringan infrastruktur
Komponen-komponen WLAN
I.ada 4 komponen utama dalam WLAN yaitu:
1. Access point, perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinya digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan di konversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.


Gambar 2. Access point router
2. Wireless LAN interface, merupakan peralatan yang dipasang di mobile/desktop PC, peralatan yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (personal computer memory card international association) card, PCI card maupun melalui port USB (universal serial bus).

Gambar 3. Wireless adapter
3. Mobile/desktop PC, merupakan perangkat akses untuk pengguna. Mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop pc harus ditambahkan wireless adapter melalui PCI (pheripheral component interconnect) card atau USB (universal serial bus).
4. Antena eksternal (optional), digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini dapat dibual sendiri oleh user. Contohnya antena kaleng.
Langkah-langkan membuat jaringan infrastruktur
I.Tahap 1 : Konfigurasi Access Point (AP)
1. Langkah awal yang dilakukan adalah mengkonfigurasi IP Komputer yang digunakan, sesuai dengan range IP Default dari Access Point (AP) yang digunakan, dengan cara masuk ke My Network Places kemudian Properties sehingga pada LAN PC disetting menjadi :
IP addres : 192.168.1.20
Subnet Mask : 255.255.255.0
Preferred DNS server : 127.0.0.1
Atau terlihat seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4. Konfigurasi alamat IP
2. Dan untuk menguji apakah sudah terkoneksi antara PC dan AP sudah terkoneksi maka dilakukan perintah ,ping pada ip 192.168.1.245 (IP Access Point), seperti pada gambar di bawah ini. Apabila muncul reply dari 192.168.1.245 maka PC dan AP sudah berhasil terkoneksi.

Gambar 5. Perintah ping
3. Lalu membuka browser (pada AP side saya menggunakan Internet Explorer) lalu ketikkan http://192.168.2.1.

Gambar 6. Jendela form untuk mengisi username dan password
4. Klik OK maka akan muncul tampilah setting Wireless AP LinkSys WAP54G seperti yang tampak pada gambar dibawah ini. dan masukkan password admin (password default AP), seperti pada gambar di bawah ini

Gambar 7. Halaman utama konfigurasi AP
5. Lalu merubah konfigurasi default di atas dengan nilai-nilai sebagai berikut
Device Name : LabTek
Configuration Type : Static IP
IP Address : 10.10.1.2
Subnet Mask : 255.0.0.0
Default gateway : 0.0.0.0
Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 8. Pengaturan untuk jaringan lokal
6. Lalu di klik Save Settings dan akan muncul pesan seperti di bawah ini. Dan klik Continue. Maka settingan akan tersimpan.

Gambar 9. save settings
7. Karena settingan IP pada AP sudah diubah akan muncul pesan error pada Internet Explorer, yang memberitahukan bahwa halaman tidak dapat ditampilkan. Hal ini terjadi karena range IP dari AP sudah berbeda dengan range IP PC, jadi harus dilakukan perubahan lagi pada IP PC. Yaitu seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 10. Tampilan range IP AP berbeda dengan IP PC
8. Lalu dites lagi apakan AP dan PC sudah terkoneksi dengan ping ke alamat 10.10.1.2, apabila sudah terkoneksi maka akan muncul pesan Reply from 10.10.1.2 : Bytes=32 time=4ms TTL=64 seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 11. Perintah ping
9. Setelah mengubah settingan IP PC, diulang lagi masuk ke dalam settingan AP dengan mengetikkan http://10.10.1.2 pada address bar internet explorer. Masukkan lagi password (admin) dan settingan AP akan muncul seperti semula tetapi dengan IP yang berbeda yaitu 10.10.1.2.
10. Langkah selanjutnya adalah menset AP sebagai Access Point (default) agar AP berfungsi sebagai TX (pemancar). seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 12. Menset AP sebagai Access Point (default)
11. Lalu masuk pada bagian Wireless Basic Wireless Settings dan mengubah settingan menjadi seperti gambar dibawah ini :

Gambar 13. Jendela basic wireless settings
12. Setelah itu masuk ke bagian Wireless kemudian SECURITY, pilih Wireless Encryption Protocol (WEP) dan memasukkan Passphrase : Jaringan, dan mengklik Generate maka akan muncul Key 1-4. Lalu klik Save Settings.

Gambar 14. Pengaturan security
13. Langkah berikutnya untuk menjaga AP tidak diganggu oleh user yang tidak berkepentingan maka Password administrasi AP perlu diganti yaitu dengan Masuk ke bagian Administration dan AP Password, pada saat ini saya memakai teknik sebagai password pengganti. Langkah ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 15. Administrator dan AP password
14. Dan langkah terakhir dalam mengkonfigurasi Access Point adalah memastikan bahwa tidak terjadi kesalahan dan antara AP dan PC sudah terkoneksi dengan baik yaitu dengan mencoba melakukan ping pada PC dan AP.

Gambar 16. Perintah ping
15. Apabila sudah terkoneksi dengan baik maka akan terlihat Reply dari tiap-tiap PC atau AP yang terkoneksi seperti yang terlihat pada gambar di atas.
II.Tahap 2 : Bergabung ke jaringan wirelee Infrastuktur.
1.Tahap 1 : Menentukan alamat IP client
Alamat IP komputer client yang ingin bergabung ke jaringan dapat Anda berikan secara manual atau menggunakan alamat IP otomatis tang diberikan oleh AP.
1)Beralih ke komputer client dan pastika wireless adapter Anda telah terpasang dan dikenali dengan baik oleh komputer Anda.
2)Buka kembali jendela Network Connection. Pada jendela ini klik kanan daerah icon Wireless Network Connection lalu klik Properties.

Gambar 17. Network connection
3)Pastikan tab General dalam kondisi aktif kemudian klik Internet Protocol (TCP/IP) lalu pilih Properties.

Gambar 18. Jendela wireless network connection
4)Klik lingkar pilihan Obtain an IP address automatically, jika sudah klik OK.

Gambar 19. Mengatur alamat IP otomatis
5)Setelah mengklik tombol OK selanjutnya klik tab Wireless Network lalu klik tombol advanced.
6)Pada jendela Advanced yang muncul klik lingkar pilihan Any Available Network (access oint prepered). Jika sudah klik tombol Close.
2.Tahap 2 : Bergabung ke Jaringan
1) . Klik icon Wireless Network Connection di bagian kanan bawah monitor Anda kemudian klik View Available Wireless Network.

Gambar 20. Klik kanan icon wireless network connection
2) . Selanjutnya untuk melakukan koneksi ke jaringan wireless yang terdaftar tinggan klik tombol Connect.

Gambar 21. Melihat daftar jaringan wireless
3) Selanjutnya proses pengkoneksian akan dijalankan. Setelah itu Anda akan diminta untuk memasukkan key yang telah Anda tentukan sebelumnya pada Tahap II.


Gambar 22. Proses pengkoneksian dan pengisian kata kunci
Langganan:
Postingan (Atom)


